Kondisi Pasar Tradisional di Jakarta Semakin Memprihatinkan

Kondisi Pasar Tradisional di Jakarta Semakin Memprihatinkan

- detikNews
Rabu, 16 Nov 2011 04:15 WIB
Jakarta - Kondisi pasar-pasar tradisional di Jakarta sudah semakin memprihatinkan. Kesan kumuh dan semrawut membuat keberadaan pasar-pasar tradisional seakan tergerus oleh pasar modern yang semakin tumbuh subur. Pemerintah Provinsi DKI diminta lebih memperhatikan pertumbuhan pasar tradisional.

"Kondisi pasar tradisional semakin memprihatinkan. Pasar tradisional di ibu kota semakin kalah bersaing dengan pasar modern yang tumbuh pesat," ujar Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis), Sugiyanto kepada detikcom, Rabu (16/11/2011).

Sugiyanto mencatat ada 153 pasar tradisional yang kondisinya tidak terurus. Bahkan ada sebagian besar pasar tradisional sudah tidak layak huni serta sudah tidak beroperasi sejak lama. Selaku pengelola PD Pasar Jaya dinilai belum dapat mengembangkan pasar tradisional.

"PD Pasar Jaya gagal dalam mengelola pasar tradisional. Mereka sepertinya tidak peduli dengan keberadaan pasar tradisional," tegasnya.

Sugiyanto mencatat, terhitung sejak tahun 1985 hingga kini pasar tradisional masih berjumlah 153 unit. Sedangkan pasar modern melaju pesat dengan jumlah sekitar sekitar 2.162 minimarket yang beroperasi di Jakarta. Karena itu pemprov harus segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan dan mengembangkan keberadaan pasar tradisional.

"Konstribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) semata-semata tidak bisa dijadikan ukuran keberhasilan PD Pasar Jaya. Akan tetapi, ada hal yang jauh lebih penting yaitu memperhatikan pengelolaan dan pertumbuhan pasar tradisional," jelasnya.

Pengamatan detikcom disalah satu pasar tradisional di Pasar Kampung Duri, Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat kondisinya sangat memprihatinkan. Pasar yang sudah berdiri sejak 25 tahun sangat jauh dari kesan nyaman. Minimnya jumlah pembeli membuat para pedagang memilih pindah lokasi jualan.

Pasar yang memiliki luas sekitar 700 meter persegi itu tampak tidak terurus dan terkesan kumuh. Atap-atap pasar yang menggunakan asbes terlihat sudah pecah dan rusak, saat hujan turun, air selalu mengenangi kios-kios yang lantainya hanya dialasi plester seadanya.

Akibat kondisi pasar yang kerap becek, serta banyaknya sampah yang berserakan membuat para pedagang seperti enggan menempatinya. Sejumlah pedagang sudah mengeluhkan hal ini namun belum juga ditanggapi.

"Dulunya pasar ini bersih. Tapi sejak 10 tahun terakhir jadi kumuh sehingga banyak pedagang yang meninggalkan pasar," ujar Lukman (47), salah seorang pedagang sayur di pasar ini.

Hal senada dikatakan Suryati (35) yang sudah 15 tahun berjualan di sana. Suryati yang meminta agar pasar Kampung Duri segera direnovasi. "Kalau siang banyak yang mabok, kita dagang jadi tak nyaman. Untuk itu kami meminta PD Pasar Jaya segera memperbaiki kondisi pasar," pintanya.

Camat Tambora, Isnawa Adji mengakui, jika kondisi Pasar Kampung Duri termasuk pasar dalam kategori kumuh. Isnawa, sudah beberapa kali mengusulkan renovasi Pasar Kampung Duri kepada pengelola pasar.

"Saya sudah minta pasar diremajakan. Kondisi di Pasar Kampung Duri sudah lama sepi sehingga makin membuat pasar seperti terkesan kumuh," katanya.

Isnawa memperkirakan, saat ini hanya tersisa sekitar 60 pedagang dari awalnya sebanyak 150 pedagang yang berjualan di Pasar Kampung Duri. Pihak PD Pasar Jaya lanjut Isnawa, berjanji melakukan peremajaan pasar pada 2012 mendatang.

"Setiap bertemuan manager area, saya sampaikan mengenai kondisi pasar tersebut. Sayangnya, hingga kini belum juga ada kejelasan. Kondisi ini juga merugikan warga Tambora. Banyak juga pedagang pasar kini sudah tak berjualan lagi di pasar tersebut," tandasnya.

(did/van)


Berita Terkait