"Saya sedih sekali melihat aksi tawuran mahasiswa hari ini, saya mengira mereka adalah orang-orang terdidik, tetapi masih bersikap seperti anak-anak yang tidak bersekolah," kecam Ilham saat dihubungi detikcom.
Ilham menyebutkan, acapkali terjadi kekisruhan di kampus-kampus se-Makassar, ia kerap melakukan pertemuan dengan pimpinan universitas untuk mencari solusi terbaik atas persoalan yang merusak citra kota yang dipimpinnya. Namun, peristiwa demi peristiwa yang terjadi dalam waktu yang berdekatan membuat Ilham memendam rasa prihatinnya yang mendalam.
"Kami tidak tahu seperti apa lagi pola pendekatan yang harus kami dan pihak universitas lakukan, karena sudah semua kami lakukan, tapi meski demikian kami berkewajiban menyadarkan adik-adik mahasiswa" ujar Ilham yang merupakan alumni Fakultas Pertanian Unhas angkatan 1983.
Ilham berharap, agar mahasiswa pelaku tawuran menyadari apa yang dilakukannya, telah mencoreng nama baik kota Makassar. Hal ini juga dinilai Ilham akan memperburuk masa depan mahasiswa Makassar untuk diterima di dunia kerja.
Sementara itu, situasi di kampus Unhas masih terasa mencekam. Polisi berencana melakukan penyisiran di sejumlah fakultas untuk mencari sisa-sisa mahasiswa pelaku bentrokan yang masih bercokol di fakultasnya, termasuk senjata-senjata yang digunakan dalam bentrokan siang hingga petang tadi.
(mna/van)











































