Ketua Pandu Alam Lingkungan Sylva Kehutanan, Indra, yang ditemui detikcom di kampusnya, mengaku kaget dan tidak menyangka bakal diserang ratusan mahasiswa Teknik, Senin malam tadi (14/11). Indra menyebutkan saat diserang, para anggota PAL Sylva sedang melakukan rapat internal.
Mendapat serangan tiba-tiba, ia bersama rekannya memilih bertahan hingga akhirnya ia bisa memukul mundur para mahasiswa Teknik. Pada serangan kedua, jumlah massa mahasiswa Teknik semakin banyak dan memaksa para mahasiswa Kehutanan lari menyelamatkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kerusakan sekretariat, Indra juga menyebutkan anggotanya kehilangan tiga laptop dan sejumlah ponsel, saat mereka kabur menyelamatkan diri. Termasuk juga kaca-kaca ruang kuliah Fakultas Kehutanan yang dirusak massa penyerang.
"Saat kami diserang, kami tidak sempat memikirkan barang-barang kami yang ditinggal di sekretariat, kami tidak menyangka sekretariat kami dihancurkan seperti ini, barang-barang kami juga ikut dijarah," ujar Indra.
Indra menambahkan, mahasiswa Kehutanan tidak memiliki masalah apa pun dengan mahasiswa Teknik sebelumnya. Ia menceritakan saat para senior mahasiswa Kehutanan menggiring seratusan mahasiswa barunya ke tempat parkir, di sekitar Baruga AP Pettarani, Senin sore kemarin, puluhan mahasiswa Teknik langsung menyerang dan menghardik mahasiswa Kehutanan.
"Kami heran, kami tidak memiliki masalah dengan mereka, kenapa kami diserang. Kami memohon ketegasan Rektor untuk menindak mereka," pungkas Indra.
Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi dan Dekan Fakultas Kehutanan Prof Muhammad Restu yang datang meninjau puing-puing sekretariat PAL Sylva dan BEM Kehutanan, mengaku akan mempertemukan perwakilan mahasiswa Teknik dan mahasiswa Kehutanan untuk mencari solusi terbaik atas peristiwa yang sangat memalukan nama kampusnya.
(mna/fay)










































