Hingga kini, Fraksi Partai Hanura belum menentukan empat dari delapan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan dipilih pekan depan.
"Sampai saat ini Hanura belum tentukan pilihan karena kita belum melakukan fit and proper test. Jadi, delapan nama yang disampaikan Pansel punya peluang yang sama. Kalau sekarang kita sudah tentukan pilihan, yang dikedepankan adalah like and dislike, tidak lagi tentang kredibilitas, kapabilitas, dan independensi calon," kata anggota Komisi III dari Fraksi Partai Hanura Sarifuddin Sudding saat dihubungi jurnalparlemen.com, Selasa (15/11).
Menurut Sudding, pimpinan KPK terpilih nanti memiliki banyak tantangan untuk menuntaskan kasus-kasus yang selama ini jadi sorotan publik, misalnya Century, wisma atlet, Hambalang, dan mafia pajak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, delapan capim KPK akan diuji secara bergiliran mulai Senin (21/11). Pada 24 Oktober 2011, mereka sudah menjalani tahapan seleksi di DPR yakni dengan membuat makalah. Empat dari delapan capim KPK itu akan menjadi pimpinan KPK, bersama dengan Busyro Muqoddas.
Kedelapan capim KPK yang akan diuji Komisi III itu adalah Bambang Widjojanto, Yunus Husein, Abdullah Hehamahua, Handoyo Sudrajat, Abraham Samad, Zulkarnaen, Adnan Pandupraja, dan Aryanto Sutadi.
(nwk/nwk)










































