Wajar saja pertanyaan ini muncul, mengingat Fahri Hamzah adalah orang kepercayaan Sekjen PKS Anis Matta. Sebelumnya, Anis dikenal sebagai jenderal lapangan PKS yang sangat disegani. Ia bahkan memegang rekor, menduduki posisi Sekjen PKS sampai tiga kali.
Lalu kenapa Fahri Hamzah tetap digeser dari posisi penting sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR, Padahal selama ini Fahri satu paket dengan Anis Matta dan Mahfudz Siddik. Ketiganya dikenal sebagai pengkritik keras pemerintahan SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan pandangan dua faksi di PKS ini memang mengerucut menjelang reshuffle kabinet. Api berkobar besar pasca reshuffle kabinet. Sejumlah sumber di internal menyebutkan faksi sejahtera menginginkan PKS keluar koalisi. Sebaliknya faksi keadilan yang masih ingin PKS bertahan.
Mengiring isu perpecahan internal, kabar pencopotan Fahri Hamzah sebenarnya sudah berhembus sebulan lalu. Berbagai sumber menyebut pihak istana ingin menukar pergeseran Fahri dengan pengamanan kursi menteri. Namun PKS tetap kehilangan Menristek, meski isu pergeseran Fahri sempat dijadikan pancingan.
Konflik internal diredam, kedigdayaan Fahri tak mampu digoyang, ia masih bertahan di posisinya. Namun kini Sekjen PKS pun tak mampu menahan Fahri tetap diposisinya. Ada apa, bergeserkah peta kekuasaan di internal PKS? Inikah akhir dari faksi sejahtera?
"Ini bukan masalah pergeseran peta politik, masak setiap orang mau bertahan terus, misalnya saya masak mau terus di Komisi V, saya juga pindah ke Komisi VIII," kilah Sekretaris FPKS, Abdul Hakim, kepada detikcom, Selasa (15/11/2011) saat dikonfirmasi mengenai rumors itu.
(van/ndr)










































