"Saya tidak setuju angkota di Jakarta ini diperpanjang. Hilangkan saja, karena itu salah satu penyebab kemacetan," usul Agus dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (15/11/2011).
Agus menilai, keberadaan angkot juga tidak begitu efektif dari segi daya angkut. Selain itu, angkot dinilai kurang diminati.
"Daya angkutnya paling banyak 10 orang, dan angkutan ini yang paling gak bisa diatur apalagi saat dia ngetem itu," kritiknya.
Sebagai kota modern, Agus menilai ukuran angkutan yang layak beroperasi di Jakarta seperti Metro Mini dan bus Patas. Sebab, dari segi muatan, angkutan ini tentunya lebih banyak.
"Di kota modern itu angkot nggak ada, paling kecil itu ukurannya seperti Metro Mini. Atau ya mengembangkan angkutan yang berbasis rel," tambahnya.
Selain angkot, Agus juga menilai keberadaan bajaj sudah saatnya dihapuskan. Sebab, dua alat transportasi ini menyumbang macet terbesar di Jakarta.
"Pokoknya angkutan yang kecil-kecil dan muatannya sedikit dihapus lebih baik," tandasnya.
(lia/irw)











































