Peristiwa penganiayaan ini terjadi Senin 14 November kemarin. Kala itu ketujuh murid terlambat masuk ke dalam kelas untuk mengikuti les. Bukannya ditegur, sang guru malah langsung memukul.
"Ada tujuh siswa yang dipukul, tetapi baru tiga yang sudah divisum," ujar Kapolsek Tambora Kompol Heri Dian Dwiharto kepada wartawan, Selasa (15/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kanit Reskrim AKP Sukatma menambahkan, berdasarkan keterangan dari para siswa dan orang tuanya, guru tersebut melakukan kekerasan dengan menggunakan rotan. "Anak-anak itu dipukul dengan rotan," ungkapnya.
Identitas guru yang melakukan pemukulan hingga kini masih belum diketahui. Meski sudah melakukan visum, para siswa belum membuat laporan. Kasus ini selanjutnya akan dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Jakarta Barat.
"Jika membuat laporan akan kita limpahkan ke Polres karena korban masih dibawah umur," tandas Heri.
(did/rdf)










































