Demikian Sekretaris III KBRI Berlin Purno Widodo dalam keterangan pers kepada detikcom, Senin (14/11/2011).
Penyematan tanda kehormatan dilakukan oleh Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) Diah W.M. Rubianto di Aula KBRI Berlin, seusai upacara peringatan Hari Pahlawan (10/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut KUAI, sebagian berkat jasa-jasa merekalah maka saat ini masyarakat Aceh dapat berkesempatan untuk membangun masa depan mereka menggapai kesejahteraan.
Keempat orang warga Jerman itu adalah Klaus Peter Prommer (Monitor Team 10), Gunther Neuroth (Perlucutan Senjata), Gerald Peschel (Monitor Team 8), dan Wolfram Hoffmann (Operation Officer).
Mereka tergabung dalam Aceh Monitoring Mission yang ditugaskan untuk mengawal proses perdamaian di Aceh pasca Perjanjian Helsinski 2005. Keempat warga Jerman tersebut dinilai berkontribusi dalam proses perdamaian menyeluruh dan berkelanjutan di Aceh, yang sebelumnya telah didera konflik selama bertahun-tahun.
Dalam kesannya, keempat warga Jerman tersebut merasa sangat bangga dan senang bisa menerima tanda kehormatan ini. Walaupun sebagian juga pernah ditugaskan untuk hal serupa di negara lain, namun di Aceh mereka merasa paling dihargai.
"Masyarakat Aceh sangat menerima kami dengan baik dan mendukung tugas-tugas kami. Ini adalah misi perdamaian paling sukses, tutur Peter Prommer.
Keempatnya juga sepakat bahwa kunci dari kesuksesan tersebut terletak pada keinginan dari kedua belah pihak untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung berkepanjangan.
Upacara penyematan tanda kehormatan berlangsung sederhana namun khidmat, disaksikan oleh utusan dari Kementerian Pertahanan Jerman, jajaran korps diplomatik dan pegawai setempat KBRI Berlin, Dharmawanita Persatuan KBRI Berlin, wakil dari Persatuan Pelajar Indonesia dan juga masyarakat Indonesia.
Usai upacara mereka berkesempatan ramah-tamah dengan masyarakat dan seluruh staff KBRI Berlin dan disuguhi makanan khas Indonesia yang disambut antusiasme mereka.
"Emosi saya seperti diaduk-aduk saat menerima tanda kehormatan ini, karena teringat masyarakat Indonesia dan terutama Aceh. Saya tak mungkin bisa melupakan saat-saat saya berada di negara Anda, dan saya berjanji akan kembali ke Indonesia segera," tulis Gunther Neuroth dalam suratnya ke KBRI Berlin sehari setelah penganugerahan.
Sebelumnya pada 17 Agustus 2011 tanda kehormatan serupa juga telah dianugerahkan kepada 7 warga Jerman lainnya.
(es/es)











































