Belum terungkapnya kasus pembunuhan sadis dengan golok itu membuat masyarakat merasa tidak nyaman. Berbagai tokoh masyarakat Riau menilai pihak kepolisian lamban untuk mengungkap pelaku pembunuhan itu. Padahal, alat bantu rekaman CCTV tersedia.
Menanggapi desakan publik ini, Kapolda Riau, Brigjen Suedi, mengatakan mengungkap kasus tersebut tidak semudah membalikan tangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adanya desakan tersebut, menurut Kapolda Riau hal yang wajar. Namun demikian masyarakat sendiri juga harus mengetahui dan memahami bagaimana sulitnya anggota kepolisian bekerja di lapangan.
"Jangan masyarakat menilai pihak kepolisian hanya diam dan tidak bergerak untuk mengungkap kasus pembunuhan korban bernama Halomoan Gurning. Sejak kejadian hingga sekarang anggota tetap melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti petunjuk," terang Suedi.
Kapolda menjelaskan, pihaknya terus mengusut kasus pembunuhan ini, sebanyak lima tim gabungan telah dibentuk. Tim ini terdiri dari tiga tim dari Polresta Pekanbaru, satu tim dari Resmob Polda Riau dan satu tim lagi dari Direktorat Reserse Umum Polda Riau.
"Selain itu kita juga mengunakan sistim IT. Dimana kelima tim ini akan terus mengumpulkan keterangan di lapangan," kata Kapolda.
(cha/rdf)










































