Pemerintah AS Simpati pada Kondisi Kesehatan Jenkins

Pemerintah AS Simpati pada Kondisi Kesehatan Jenkins

- detikNews
Kamis, 15 Jul 2004 14:44 WIB
Jakarta - Kondisi kesehatan desertir tentara AS, Charles Jenkins mengundang simpati pemerintahnya. Washington simpati pada masalah kesehatan Jenkins dan mungkin tidak akan memaksakan ekstradisi secepatnya jika ia datang ke Jepang untuk berobat.Demikian disampaikan Duta Besar (Dubes) AS untuk Jepang, Howard Baker, hari Kamis ini seperti dilansir kantor berita Associated Press, Kamis (15/7/2004).Meski begitu dikatakan Baker bahwa pemerintah AS masih tetap menganggap Jenkins sebagai desertir dan akan melakukan haknya untuk mengadili pria yang telah lama tinggal di Korea Utara (Korut) tersebut."Amerika Serikat simpati pada kondisi kesehatannya dan keadaan keluarganya," tukas Baker di depan wartawan di Kedutaan AS di Tokyo.Ketika ditanyakan apakah otoritas AS akan mendesak Jenkins untuk dirawat di pangkalan militer AS begitu ia tiba di Jepang, Baker berujar, "Kami tidak bersikeras soal itu."Dikatakannya, Washington juga belum memutuskan kapan akan mengupayakan penahanan Jenkins, yang menghilang dari unit Angkatan Darat AS di dekat zona demiliterisasi antara Korut dan Korea Selatan (Korsel) pada tahun 1965 silam.Juru bicara pemerintah Jepang, Kepala Sekretaris Kabinet Hiroyuki Hosoda menerangkan bahwa Jenkins kini dalam "kondisi yang sangat serius" setelah operasi daerah perut di Korut, April lalu. Menurut dokter-dokter Jepang, pria berusia 64 tahun itu mungkin perlu menjalani operasi lagi.Jenkins saat ini masih berada di Jakarta setelah pertemuannya dengan istrinya, Hitomi Soga, perempuan Jepang yang pernah diculik mata-mata Korut. Indonesia dipilih sebagai tempat reuni karena tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan AS.Pemerintah Tokyo telah mendesak Washington untuk tidak menjatuhkan tuduhan desersi terhadap Jenkins setibanya ia di negeri Sakura nanti. Namun adanya perjanjian ekstradisi antara kedua negara akan menyulitkan Jepang menolak permintaan ekstradisi AS. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads