Sebuah komite yang beranggotakan wakil dari Kementerian Haji, Kementerian Kota dan Desa, Keamanan Publik dan Pertahanan Sipil, saat ini tengah mempelajari usulan itu. Proyek ini bisa dimulai dalam waktu sekitar dua bulan jika persetujuan resmi diberikan. Demikian diberitakan Saudi Gazette, Senin (14/11/2011).
Komite gabungan tersebut menyatakan, tenda di Arafah harus didesain berdasar spesifikasi internasional mutakhir dan harus mudah didirikan, dibongkar, mudah dirawat dan awet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Al-Qarni menuturkan, penggunaan tenda tradisional di Arafah selama ini selalu menjadi sumber kekhawatiran lembaganya. Usulan memperbarui tenda akan memecahkan masalah karena tenda tersebut tahan api, mudah dibongkar dan tahan lama.
Seperti diketahui, tenda di Arafah hanya terbuat dari kain terpal tebal biasa. Tenda ini baru dipasang mendekati pelaksanaan puncak haji yang ditandai wukuf di Arafah pada 9Β
Dzulhijjah. Hal ini berbeda dengan tenda di Mina yang permanen dan hanya digulung pinggir-pinggirnya bila musim haji berlalu. Tenda di Mina dilengkapi dengan infrastruktur maju, terbuat dari tekstil berlapis teflon dan fiberglass yang tahan api hingga 700 derajat Celcius dan berdesain tradisional-moderen.
(nrl/vit)










































