"Lomba ini inisiatif dari pendiri Surya Institute, Yohannes Surya, dengan tujuan membangkitkan kesenangan siswa belajar sains dan matematika," ucap Direktur Eksekutif Surya Institute Srisetiowati Seiful, Senin (14/11).
Selama ini kata Srisetiowati, ada momok di kalangan pelajar, khususnya SD bahwa sains dan matematika adalah pelajaran yang paling tidak menyenangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga negara yang ikut serta dalam olimpiade sains dan matematika itu adalah Indonesia dengan 122 orang peserta, serta Malaysia dan Filipina masing-masing empat orang peserta.
"Sebenarnya Vietnam dan Singapura ingin ikut serta, tapi tiba-tiba mundur karena siswa di sana sedang ujian," ucapnya.
Menurut Srisetiowati, ke depannya olimpiade tingkat SD ini akan dilakukan rutin tiap tahun, dengan jumlah negara peserta seluruh Asia Tenggara. "Olimpiade ini memang baru pertama kali, makanya negara peserta tidak banyak. Tapi jika sudah dikenal, pasti akan ada banyak yang ikut," ucapnya.
Dalam lomba sains dan matematika ini para siswa SD akan diuji secara teori dan eksperimen. Para siswa akan memperebutkan 75 medali, dengan perincian 20 emas, 25 perak, dan 30 perunggu.
Menurut pemimpin tim Malaysia, Yang Kwo Fang menyatakan acara olimpiade tersebut sangat bagus untuk memotivasi dan mengukur kecerdasan siswa di tiap negara.
"Kami memiliki sentra olimpiade untuk para siswa yang hendak ikut serta. Biasanya kami pilih siswa di beberapa sekolah," ucapnya.
Sementara siswa Malaysia Lye Kit Wing menyatakan, dirinya hanya menargetkan memperoleh medali perak. "Ini pengalaman saja buat mengukur pelajaran sains dan matematika saya," ucapnya.
Sedangkan pelajar kelas 5 SDN Kelapa Dua I, Sean Sebastian mengatakan bahwa dirinya ikut serta karena dipilih oleh guru. "Semua murid dites dulu, dan saya mendapatkan nilai matematika 99. Jadinya disuruh ikut," ucapnya.
Sean mengaku dirinya senang dengan pelajaran matematika. "Seru saja main hitung-hitung," ujarnya yang bercita-cita jadi atlet Biliard.
(nwk/nwk)











































