Tahun Depan Jamaah Haji Nonkuota Lebih Sulit Berangkat

Laporan dari Arab Saudi

Tahun Depan Jamaah Haji Nonkuota Lebih Sulit Berangkat

- detikNews
Senin, 14 Nov 2011 15:03 WIB
Tahun Depan Jamaah Haji Nonkuota Lebih Sulit Berangkat
Madinah - Jamaah haji nonkuota, yang berhaji tanpa daftar ke Kemenag, akan sulit berangkat tahun depan. Kemenag akan melakukan usaha preventif untuk menanggulangi kelompok ini.

"Saya kira tahun depan akan lebih sulit lagi jamaah nonkuota untuk bisa menunaikan haji," kata Sekjen Kemenag Bahrul Hayat dalam perbincangan di kantor misi haji Indonesia di Madinah, Minggu (13/11/2011) petang WAS.

Ada dua langkah yang akan Kemenag lakukan untuk menghambat langkah jamaah nonkuota. Pertama, Kemenag bekerja secara intensif dengan pemerintah Arab Saudi melalui Kedubes Arab Saudi di Jakarta. "Kita intensifkan kontrol pengendalian visa yang akan diterbitkan oleh pemerintah Arab Saudi," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, Kemenag akan mengintensifkan imbauan pada masyarakat untuk tidak menggunakan jalur yang tidak resmi, sebab ini akan menyengsarakan jamaah. Jamaah haji nonkuota, karena tidak dikelola pemerintah, tidak mendapar jaminan perlindungan, keamanan dan keselamatan. Padahal aspek itu adalah hal yang sangat penting bagi jamaah.

Menteri Agama pada 9 November memaparkan, tahun ini pihaknya mendeteksi jamaah nonkuota sebanyak 3.000 orang. Mereka berangkat dengan menggunakan jasa biro perjalanan atau individu yang tidak bertanggung jawab.

Menag menuturkaan, mereka sering kali tidak memberikan pelayanan sebagaimana mestinya, padahal jamaah telah membayar biaya yang lebih mahal daripada biaya penyelenggaraan ibadah haji yang ditetapkan pemerintah bagi haji reguler yang resmi, yang berkisar Rp 30 jutaan. "Ada yang bayar Rp 60 juta, Rp 75 juta, Rp 80 juta," kata Menag yang juga amirul haj.

Menag menambahkan, keberadaan jamaah haji nonkuota sering menimbulkan masalah karena tidak adanya pihak yang bertanggung jawab selama mereka di Arab Saudi dan tanpa jaminan keamanan dan perlindungan.

"Di antara mereka bahkan banyak yang terlantar, tersesat, sakit dan bahkan meninggal dunia tanpa ada yang bertanggung jawab," katanya.

Sekadar diketahui, banyak jamaah yang mau ikut kloter jamaah nonkuota karena enggan antre berhaji yang antara 5 hingga 11 tahun. Tapi ada juga yang tak paham bahwa dia ikut rombongan nonkuota, tahunya adalah ONH Plus.



(nrl/lrn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini