Punya Bentley & Hummer, Bambang Soesatyo: Yang Penting Jangan Pamer

Punya Bentley & Hummer, Bambang Soesatyo: Yang Penting Jangan Pamer

- detikNews
Senin, 14 Nov 2011 10:56 WIB
Punya Bentley & Hummer, Bambang Soesatyo: Yang Penting Jangan Pamer
Jakarta - Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo tengah menjadi sorotan publik karena kerap memakai mobil mewah Bentley dan Hummer. Baginya, tak ada gunanya berpura-pura miskin kalau hanya untuk mengejar simpati.

"Terkait berita soal mobil mewah merk Bentley milik anggota DPR, sebetulnya yang begini ini tidak enak untuk dikomentari. Karena sebaik-baiknya hidup, ya apa adanya saja. Tidak perlu berlagak kaya atau tiba-tiba berlagak miskin untuk mendapat simpati. Yang penting jangan pamer," kata Bambang kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/11/2011).

Dia menjelaskan, Tuhan mengatur rezeki masing-masing umatnya, ada kaya ada juga yang miskin. "Jadi, jangan takut kaya atau takut miskin. Yang penting, kalau kaya harus banyak sedekah," tutur Bambang yang juga pengusaha ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya tak ada gunanya anggota DPR menutupi kekayaannya. Apalagi kalau sekedar ingin disebut pahlawan di depan rakyat.

"Apakah anggota DPR yang pakai Kijang otomatis menjadi pahlawan publik? Menurut saya semua berpulang pada niat dan kemauan keras masing-masing. Individu anggota DPR itu sendiri untuk mengabdi pada bangsa dan negara," jelas pria yang pernah jadi wartawan di Suara Karya ini.

Tentang mobil mewah Bentley dan Hummer miliknya yang berharga miliaran, dia mengaku dua mobil itu dibeli sebelum menjadi anggota DPR.

"Mobil itu saya peroleh Januari 2008. Lalu bulan Oktober 2009 saya dilantik jadi anggota DPR. Tahun 2009 itu jg saya masukan dalam Laporan Harta Kekayaan (LHK) di KPK, termasuk mobil lainnya Hummer. Kalau ada yang mengait-kaitkan dengan kinerja sebagai anggota DPR, biarlah publik yang menilai," jelas Bambang yang juga memiliki motor Harley ini.

Isu mengenai gaya hidup pejabat ini muncul setelah Ketua KPK Busyro Muqoddas melontarkan kritik. Dalam pidato budaya di TIM pada Kamis (10/11) dia menyoroti pejabat yang hidup mewah.

(van/ndr)


Berita Terkait