Menurut Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Tjandra Yoga Aditama, para pembuat dan penjual makanan harus memperhatikan beberapa hal, seperti masalah kebersihan.
"Cuci tangan sebelum masak dan setelah keluar toilet. Cuci alat-alat masak dan alat makan, dan dapur harus bersih, juga jangan ada binatang, serangga," ujar Tjandra lewat rilis yang diterima detikcom, Senin (14/11/2011).
Selain itu, Tjandra menyarankan untuk memisahkan bahan makanan matang dan mentah. Pergunakan alat dapur untuk makan yang berbeda, "Simpan di tempat berbeda," kata Tjandra.
Dalam memasak, makanan harus dalam keadaan matang, terutama daging, ayam, telur, seafood. "Rebus sup hingga 70 derajat Celcius. Untuk daging dan ayam, pastikan tidak masih berwarna kemerahan dan panaskan makanan yang sudah matang dengan benar," terangnya.
Untuk menyimpan makanan, lanjut Tjandra, makanan yang matang jangan disimpan di suhu ruangan yang terlalu lama. Dianjurkan memasukkan makanan ke dalam kulkas bila ingin disimpan.
"Sebelum dihidangkan, panaskan sampai di atas 60 derajat Celcius dan juga jangan simpan terlalu lama di kulkas," ujarnya.
Terakhir, Tjandra menyarankan untuk menggunakan air yang bersih dan bahan makanan yang baik dan memilih makanan yang segar. "cuci buah sayur dengan baik dan Jangan gunakan bahan makanan yang expired," tegasnya.
Diketahui sejak Rabu (9/11) Pemerintah Kota Depok memberlakukan KLB hepatitis A, menyusul terjangkitnya sejumlah guru dan siswa SMKN 2 Depok. Total ada 90 orang yang terserang hepatitis. Sedang di Unpar, penderita yang terserang secara massal mencapai 48 orang.
(fiq/anw)











































