"Saya klarifikasi rusa tidak ada yang sekarat, apalagi mati, semua sehat," kata Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Ipih Ruyani di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (13/11/2011).
Ipih menjelaskan, yang ada selama ini adalah dua rusa yang luka akibat bertarung pada saat masa reproduksi. "Mereka bertarung untuk menjadi rusa yang paling kuat, yang paling dominan," ujar Ipih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ipih menjelaskan, rusa yang ada di Monas kini berjumlah 59 ekor, minus dua yang luka yang kini dirawat di Ragunan. Sembilan rusa juga akan dipindahkan ke Ragunan karena kapasitas Monas tidak mencukupi.
"Monas terlalu padat untuk 60 rusa, dan pihak Ragunan telah menerima rusa untuk dipindahkan," tutupnya.
Sebelumnya perihal kematian rusa disampaikan Dasuki, pria yang telah bekerja selama 37 tahun menjaga Monas. Kepada detikcom Jumat (11/11) lalu dia mengatakan, selama beberapa tahun terakhir ini ada sekitar tiga rusa yang mati. Belum diketahui penyebab rusa-rusa itu mati.
(lrn/fay)











































