"Saya bukanlah orang yang menggarong uang negara," kata Anas yang menjawab pertanyaan 2 peserta Rapat Kerja Pimpinan Wilayah (Rakerpimwil) dan Dialog Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah se- Jateng seputar tudingan Nazaruddin.
Hal ini disampaikan Anas di Gedung Pertemuan Universitas Muhammadiyah Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (12/11/2011).
"Saya sebetulnya tidak ingin menurunkan kemuliaan forum ini. Saya sudah menjawab beberapa kali dan menurut saya sudah cukup. Orang tidak akan jadi jelek walau dijelek-jelekan. Orang tidak akan baik hanya karena dipuji-puji. Ceritanya panjang," papar Anas.
Anas mengatakan di dalam politik sudah ada sutradaranya. Ia bahkan mengerti skenario sang sutradara tersebut. Namun demikian, Anas memilih merahasiakan identitas si sutradara itu.
"Ada sutradaranya. Kalau bilang A ya harus A. Saya tidak pernah khawatir karena saya punya keyakinan. Saya bukan orang yang menggarong uang Negara," ujarnya.
Menurut Anas, kasus suap Wisma Atlet sudah ditangani KPK secara profesional dan objektif.
"Sebaiknya biar di KPK prosesnya karena masalah itu tidak selesai, tidak akan jelas ujungnya kalau fokusnya dibicarakan di media. Fokusnya diselesaikan secara adil, transparan, objektif di KPK," kata Anas.
(aan/ndr)











































