"Jadi di Bandara Ngurah Rai Bali itu sedang ada pengaturan ulang jadwal penerbangan terkait kedatangan pemimpin-pemimpin negara untuk acara ASEAN," kata Kapuskom Departeman Perhubungan Bambang S Ervan, Sabtu (12/11/2011).
Bambang mengatakan, kedatangan seorang pemimpin negara ke suatu negara hampir pasti membuat bandara sedikit lebih sibuk. Seluruh jadwal kedatangan maupun keberangkatan pesawat terpaksa ditunda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang mengatakan, penundaan jadwal penerbangan yang ditunda tidak hanya di Bandara Soekarno-Hatta saja. Penundaan penerbangan seluruh maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, maupun Air Asia juga terjadi di bandara-bandara lain yang melayani penerbangan dari dan ke Bali.
"Seluruh bandara yang melayani dari dan ke Bali, semua mengalami penundaan, semua maskapai," kata Bambang.
Sebelumnya, detikcom menerima informasi dari Fin Harini yang terbang ke Bali Jumat 11 November. Fin menggunakan maskapai Garuda Indonesia GA 420 yang dijadwalkan terbang pukul 21.40 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta.
"Ditunda dengan alasan operasional jadi sekitar pukul 23.30 WIB tapi jam segitu belum terbang juga, baru terbang pukul 00.00 WIB lebih," kata Fin saat berbincang dengan detikcom.
Beruntung, pihak Garuda Indonesia memberi pelayanan yang baik kepada para calon penumpangnya. Selain disediakan makan, para penumpang juga diminta menunggu di lounge Garuda Indonesia.
"Jadi karena diservis dengan baik, para penumpang tidak marah-marah karena delay lebih dari dua jam. Mungkin ini juga karena bandara di Bali sedang sibuk," kata Fin.
Sementara itu VP Corporate Communication Garuda Indonesia PT Garuda Indonesia Pujobroto mengatakan, keterlambatan pesawat Garuda pada Jumat 11 November lalu karena sejumlah faktor. Faktor yang paling utama adalah karena cuaca yang kurang baik di Solo, latihan militer di bandara Yogyakarta, dan adanya pembatasan penerbangan ke Tanjung Karang karena bandara sedang diperbaiki.
"Jadi seluruh faktor itu memberikan efek domino ke penerbangan kami disamping pada sore hari, penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta itu memang sangat padat. Jadi berpengaruh juga untuk penerbangan ke Bali. Jadi memang ada faktor-faktor yang di luar kendali kita," kata Pujobroto.
(ken/ndr)










































