Abaikan Peringatan Cina, AS Terus Jual Senjata ke Taiwan
Kamis, 15 Jul 2004 11:10 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat mengabaikan peringatan pemerintah Cina untuk menghentikan penjualan senjata ke Taiwan. Washington bersikeras akan melanjutkan penjualan senjata.Padahal sebelumnya Juru Bicara Kedutaan Cina menegaskan bahwa Washington harus menghentikan penjualan senjata ke Taiwan, jika menginginkan perbaikan hubungan AS-Cina.Menurut Juru bicara tersebut, Sun Weide, Beijing sangat prihatin akan langkah-langkah terbaru AS terhadap masalah Taiwan. Situasi tersebut, ujarnya, sangat kritis, khususnya menyangkut penjualan senjata.Namun hal ini seperti diberitakan AFP, Kamis (15/7/2004), ditanggapi dengan enteng oleh pemerintah AS. "Saya tidak tahu mengapa orang perlu membicarakan langkah-langkah terakhir AS," tutur Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Richard Boucher ketika ditanyakan komentarnya mengenai statemen Cina tersebut.Ditegaskan Boucher, tidak pernah ada perubahan dalam kebijakan AS menyangkut Cina dan Taiwan. Dan penjualan senjata ke Taiwan akan terus dilanjutkan seperti yang tercantum dalam hukum AS."Kami terus menjual peralatan pertahanan militer yang tepat untuk Taiwan sesuai dengan Undang-Undang Hubungan Taiwan," kata Boucher.Menurut UU yang telah berusia 25 tahun itu, pemerintah Washington mengakui posisi Beijing bahwa Taiwan merupakan bagian dari Cina. Namun AS terikat pada aturan untuk memasok senjata guna membantu Taiwan mempertahankan diri jika keamanannya terancam.
(ita/)











































