Hal ini disebutkan Kepala Seksi Urusan Agama Islam Departemen Kementerian Agama (Kemenag) Medan, Impun Siregar di kantornya, Jl Sei Batu Gingging, Medan, Sumut, Jumat sore.
Impun mengatakan, pihaknya sempat kesulitan memenuhi permintaan warga yang ingin menikah pada hari ini, terutama pukul 11.00 WIB.
"Ada tren peningkatan permintaan untuk melangsungkan pernikahan pada tanggal tertentu yang dianggap baik, seperi hari ini. Tren ini mulai terlihat sejak tiga tahun terakhir," kata Impun.
Berdasarkan data Kantor Kemenag Medan, jumlah terbanyak berasal dari Kecamatan Medan Amplas yakni 45 pasangan pengantin. Sedangkan jumlah paling sedikit berasal dari Kecamatan Medan Baru hanya 6 pasangan. Sementara 19 kecamatan lain di Medan bervariasi.
Impun menambahkan, jumlah pasangan yang menikah pada hari ini mengalami peningkatan mencapai 400 persen bila dibandingkan hari biasa yang hanya sekitar 80 pasangan.
"Biasanya pernikahan digelar pada Sabtu dan Minggu. Sangat jarang pada hari Jumat. Tetapi hari ini meningkat drastis karena hari ini dianggap baik," kata Impun.
Menurut Impun, ada beberapa alasan mengapa warga memilih menikah pada hari ini. Pertama karena hari Jumat, kemudian karena tanggalnya mudah diingat dan bulannya juga Dzulhijah yaitu bulan baik untuk umat Islam menikah.
Impun memprediksi, terjadi penurunan permintaan pernikahan pada tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 mendatang, karena hari itu jatuh bukan di hari Jumat dan bulannya bukan Dzulhijah tetapi Muharram.
(rul/nwk)











































