Mahasiswa Demo Lempar Tinja, Masyarakat Mengeluh

Mahasiswa Demo Lempar Tinja, Masyarakat Mengeluh

- detikNews
Kamis, 10 Nov 2011 20:25 WIB
Mahasiswa Demo Lempar Tinja, Masyarakat Mengeluh
Jakarta - Dua hari sudah kelompok mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Kampus UKI, Jl Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur. Aksi Rabu kemarin sempat diwarnai aksi pelemparan tinja dan air kencing yang diarahkan kepada polisi. Aksi hari ini pun, mahasiswa juga menyiapkan tinja dalam aksinya. Beragam tanggapan dilontarkan masyarakat. Rata-rata, mereka menyayangkan aksi mahasiswa tersebut.

Bukan hanya aksi pelemparan tinja yang disiapkan demonstran dalam aksi yang digelar, Kamis (10/11), sejak pukul 13.00 WIB. Mahasiswa juga membakar ban dan memblokir akses jalan dari arah Cililitan menuju Cawang.

Akibatnya, arus lalu lintas tersendat dan menimbulkan kemacetan parah. Sebagian kendaraan yang mengarah ke arah Cililitan dialihkan ke ruas yang biasa dilalui kendaraan dari Cililitan ke Kramatjati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah kemacetan detikcom berbincang dengan seorang kakek renta berusia 73 tahun yang bekerja sebagai penjual koran, Tris.

Kakek berperawakan kurus, berkulit hitam, serta rambut bergelombang itu menyayangkan aksi mahasiswa yang menimbulkan kemacetan. Baginya, kemacetan membuatnya tidak bisa berjualan koran.

"Biasanya jam segini sudah laku hampir 20an koran. Sekarang dari jam 1 siang baru laku 8, gara-gara macet ini," kata Tris.

"Kalau jalanan lancar, jualan juga lancar," imbuhnya yang telah 25 tahun menjadi loper koran ini.

Bila jalanan tidak dalam kondisi macet, Tris dapat masuk dari bus kota satu ke bus kota lainnya. Namun dengan kemacetan yang menyergap ruas Cawang, dirinya harus menunggu lama bus yang melintas di depan Halte Cawang UKI.

Dia menyayangkan aksi blokir jalan oleh demonstran. Menurutnya, ada baiknya demonstrasi dilakukan di tempat tertentu sehingga tidak mengganggu fasilitas umum.

"Apalagi kalau sampai lempar kotoran manusia, itu kan bagusnya kata mereka. Terus apa bagus buat orang yang lihat sama cium baunya. Mustinya mahasiswa tahu aturanlah," ketus Tris.

Senada juga diungkapkan seorang tukang ojek yang mangkal tidak jauh dari kampus UKI, Jemirun (56). Jemirun juga menuturkan kekecewaanya dari dampak demonstrasi blokir jalan.

"Kalau macet begini penumpang juga mikir mau naik ojek, macet ya lebih baik jalan," ucap bapak 6 anak ini.

Seorang karyawan swasta, Lukna (42), menilai aksi demo mahasiswa adalah hal yang wajar sepanjang apa yang disuarakan itu mewakili kepentingan publik. Namun, aksi akan dinilai buruk oleh masyarakat bila apa yang dilakukan mahasiswa justru di luar batas kewajarannya.

"Ya seperti lempar tinja kemarin, itu kan enggak pantas. Mahasiswa sekarang sama dulu benar-benar berbeda. Dulu masyarakat berharap banyak sekarang masyarakat dirugikan gara-gara demo mereka," ketusnya.

Lukna terengah-engah berjalan dari sekitar Jl Kebon Nanas untuk menuju ke Cililitan. Dia memutuskan turun dari bus kota yang ditumpangi karena kemacetan tidak kunjung mencair.

"Jalan lebih cepat, pulang cepat juga masih ada kerjaan di rumah," ujarnya.

Sampai dengan pukul 19.45 WIB sekitar 30 an mahasiswa masih bertahan di jalanan. Demonstran juga membakar ban di jalanan dalam aksinya.


(ahy/her)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads