"Jangan keluar malam, jangan pergi ke dugem, kalau sudah bosen nonton tv saja," kata Hotma Kamis (9/11/2011).
Hotma mengatakan, kejadian penusukan yang mengakibatkan kematian Raafi menjadi pelajaran bagi semua pihak baik pelajar itu sendiri maupun para orangtua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai orang yang pernah menjadi pembimbing di SMA Pangudi Luhur, Hotma turut prihatin atas petaka yang menimpa Raafi. Padahal, Raafi adalah generasi bangsa yang dapat menjadi pemimpin bangsa kelak.
"Saya kasihan dengan anak itu, masih 17 tahun. Habis riwayatnya, padahal bisa menjadi pemimpin bangsa. Dia sekolah juga sudah baik di PL, tapi ini sudah resiko yang mau tidak mau harus dihadapi sehingga kita nasihatkan jangan pergi ke dugem," papar pria nyentrik ini.
Kendati tidak mengenal Raafi secara pribadi, Hotma mengaku sedih atas kejadian yang menimpa Raafi dan latar belakangnya. "Sangat disayangkan, saya juga dengar berita di balik itu, kasihanlah," tambahnya.
Sebagai ayah dari tiga putranya yang juga alumnus SMA Pangudi Luhur, Hotma selalu menegur keras anak-anaknya baik Bams, Ditho dan Prya. Hotma kerap menekankan pemikiran kepada tiga putranya bahwa dunia malam itu adalah dunia yang keras.
"Saya bahkan kasar bilang sama anak saya, kalau di atas jam 12 malam itu iblis semua. Di luar jam 12 malam itu berbahaya lah, saya pesankan kalau jam 12 malam harus sudah di rumah," kata dia.
Kendati anak-anaknya besar dalam kemewahan, pria yang pernah menjadi pengacara Gayus Tambunan ini menyatakan kalau ketiga putranya tidak pernah menginjakkan kaki ke tempat hiburan malam semasa masih mengenyam pendidikan.
"Anak-anak saya tidak pernah ada yang ke clubing, tiga-tiganya (alumnus) PL semua," kata dia.
Pria berkumis ini menghimbau agar para orangtua lebih mengawasi anak-anaknya yang belum cukup umur dalam pergaulan.
"Semestinya dijaga, saya khawatir saja kalau anak-anak pergi ke dugem," kata dia.
Para orangtua, lanjutnya dia, sebaiknya memberikan contoh yang baik agar ditiru anak-anaknya.
"Orangtua nggak perlu teori bilang mesti begini-begitu, tapi berikan contoh. Contoh kecil saja, kalau orangtuanya pulang kerja naruh sepatu dan tas sembarangan, itu bakal ditiru sama anak-anaknya," kata dia.
(mei/ndr)











































