"Kita memang tidak menemukan pengamanan seperti pemeriksaan terhadap metal detector kepada pengunjung," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Budi Irawan dalam jumpa pers di Polres Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (10/11/2011).
Karena itu, lanjut Budi, anggotanya tengah menyidik dan mendalami mengenai pengamanan Shy Rooftop tersebut. Budi juga mengakui ada kendala dalam penyidikan kasus ini. Kondisi ruangan yang gelap merupakan salah satu hambatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari keterangan saksi yang ada, saat malam kejadian ada sekitar 200 pengunjung yang datang. Tak seorang pengunjung pun yang dikenali manajemen Shy Rooftop.
"Tempat itu dalam keadaan penuh. Artinya meja yang ada di situ semua sudah terpesan," ungkapnya.
Mengenai CCTV di Shy Rooftop, lanjut Budi, tidak memperlihatkan kejadian di area penusukan. CCTV terpasang di pintu masuk dan lobi. "Dan ada di beberapa titik tapi itu tidak bisa menjelaskan mengenai kejadian itu," imbuhnya.
Raafi tewas ditusuk pada Sabtu (5/11/2011) dini hari saat sedang menghadiri pesta ulang tahun di Shy Rooftop. Saat sedang joget, Raafi bersenggolan sehingga timbul keributan.
Raafi kemudian tersungkur bersimbah darah karena perut bagian kanannya ditusuk. Pelaku kabur diduga membawa senjata tajam yang digunakan menusuk Raafi.
(gus/vit)











































