Keributan terjadi pada Kamis (10/11/2011). Salah seorang penggarap, Kasturi Naibaho mengatakan belasan pria bersenjata tajam datang ke lokasi lahan sengketa dan memaksa warga keluar dari lahan dengan alasan akan membangun rumah.
Intimidasi tersebut memicu kemarahan warga penggarap yang didominasi kaum ibu. Dengan senjata kayu, kaum ibu tetap bertahan di lahan sengketa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, petugas juga mengamankan tiga bom molotov dari para preman. Namun tidak seorang pun dari preman yang digelandang ke kantor polisi.
"Preman itu sempat mengayun-ayunkan parangnya ke arah kami. Kami tidak takut dan tetap bertahan di lahan. Preman itu orang suruhan kelompok lain," kata Naibaho.
Perebutan lahan eks HGU PTPN II di kawasan Selambo tersebut terjadi sejak setahun lalu. Dua kelompok warga penggarap saling berseteru dan saling klaim lahan yang telah ditanami jagung dan ubi seluas lebih kurang 25 hektar.
(rul/fay)










































