"Kita hari ini siapin tinja lagi," ujar mahasiswa UBK, Deni, kepada wartawan, di depan Kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (10/11/2011).
Menurut Deni, tinja itu akan dilempar lagi ke aparat keamanan. Alasan melempar dengan tinja itu untuk menunjukkan pemerintahan yang sudah tidak bersih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demo mahasiswa juga membuat 4 koridor bus TransJ yakni koridor V (Kampung Rambutan-Kampung melayu), koridor VII (PGC-Ancol), koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) dan koridor X (Cililitan-Tanjung Priok), yang melewati Kampus UKI tidak bisa lewat. Di jalur bus TransJ itu diterapkan sistem buka tutup. Bahkan jalur bus TransJ sempat ditutup 30 menit sehingga terjadi penumpukan penumpang di Halte PGC.
"Ada penumpukan di PGC. Karena di situ ramai penumpang," kata salah seorang petugas bus TransJ.
Sementara situasi di depan Kampus UKI terjadi pembakaran ban oleh mahasiswa. Akibatnya lalu lintas dari Cililitan menuju Jatinegara menjadi ditutup. Jalur sebaliknya digunakan untuk jalur ke Cililitan dan ke Jatinegara. Sekitar 5 polisi mengatur lalu lintas. Mahasiswa masih terus berdemo meminta SBY-Boediono turun.
(nik/vta)











































