Salah satunya saksi yang bernama Supandi. Dalam kesaksiannya di Gedung MK, Jl Medan Barat, Jakarta, Kamis (10/11/2001). Ia terlihat membawa secarik kertas kecil yang dibacakan. Namun, Ia tampak gugup atau mengalami kesulitan dalam membaca, sehingga suaranya menjadi terbata-bata.
"Saya diberi Pak RT Rp 10.000 untuk mencoblos nomor urut 1 dari ketua RT," ujar Supandi sembari baca contekannya dengan terbata-bata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Coba dibaca lagi itu, tanggal berapa? Ada tulisannya nggak di situ," kata Mahfud, kepada Supandi sambil menggeleng-gelengkan kepala dan tertawa kecil.
Aksi mencontek Supandi tersebut mengundang gelak tawa para pengunjung sidang. Mereka tertawa karena Supandi tidak bisa memberikan keterangan dengan lengkap.
"Itu uang diberi oleh Pak RT siapa?," tanya Mahfud.
Karena di contekan tersebut tidak dituliskan nama pemberinya, Supandi tidak bisa menjawab pertanyaan sang hakim. Ia hanya menggaruk-garuk kepalanya dan kembali duduk di kursi saksi.onan
"Jadi, nama Pak RT nya tidak ditulis dicontekan kamu?" tanya Mahfud sambil tertawa.
Selain soal money politic, para saksi yang dihadirkan juga menuding pihak pasangan Ratu Atut-Rano Karno juga melakukan pengrusakan atribut. Ada juga saksi yang menuding, bahwa pasangan nomor urut 1 tersebut melakukan sosialisasi kampanye kepada para PNS di daerah Banten.
(gah/gah)











































