"Upaya yang dilakukan untuk eliminasi ancaman teror tim terus bekerja. Upaya penyelidikan termasuk Densus 88, saat ini terus bekerja unuk menyelidiki berbagai informasi berbagai ancaman teror," ujar Kabag Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar di kantornya, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (10/11/2011).
Boy mengatakan meski kegiatan KTT ASEAN akan digelar pekan depan, Polri sudah bekerja untuk mengumpulkan informasi-informasi terkait ancaman teror. Polri berharap masyarakat berpartisipasi dalam menyampaikan informasi mengenai orang-orang yang dicurigai terkait kelompok atau jaringan terorisme yang saat ini berbaur dengan masyarakat.
"Sejauh ini masih kondusif. Kita harapkan masyarakat jika ada hal yang menonjol dilaporkan," imbuhnya.
Ketika ditanya mengenai potensi-potensi ancaman terorisme yang akan muncul, menurut Boy sejauh ini belum ditemukan. Namun pihaknya terus mengupayakan deteksi dini potensi terorisme untuk mewujudkan suasana yang kondusif.
"Sehingga kita bisa antisipatif lebih awal. Potensi ancaman teros selalu kita analisa," jelasnya.
Kepolisian Daerah Bali, lanjut Boy, juga akan meningkatkan keamanan terkait rute perjalanan dan tempat akomodasi para tamu KTT ASEAN. Juga daerah-daerah pariwisata yang kemungkinan akan dikunjungi oleh para delegasi dari berbagai negara.
"Bali adalah tempat pariwisata terbuka, mungkin ada kunjungan-kunjungan," tuturnya.
(mpr/ndr)











































