"Saya menampar mereka tentu ada alasan. Ini karena saya sebagai kepala daerah ditantang pihak perusahaan untuk perang. Bayangkan saja, saya bupati saja diajak perang, bagaimana dengan masyarakat," kata Yopi dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (10/11/2011).
Masih menurut Yopi, kehadirannya di Kecamatan Batang Gangsal, Inhu untuk menyelesaikan kasus sengketa lahan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. Bupati Inhu ini mengklaim, ribuan hektar kebun sawit PT Duta Palma menyerobot lahan rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yopi, Pemkab Inhu tidak keberatan bila ada investor yang menanamkan investasi di daerahnya. Hanya saja, semua aturan yang berlaku harus dipatuhi bersama.
"Pihak PT Dulta Palma di Kecamatan Batang Gangsal tidak memiliki izin perkebunannya. Mereka merampas tanah rakyat dengan semena-mena. Wajarkan saya membela rakyat yang tertindas. Jangan seenaknya perusahaan itu mencaploki tanah masyarakat untuk kepentingan bisnisnya," kata Yopi.
Dijelaskan Yopi, selama ini perusahaan sudah diingatkan agar tidak merampas tanah warga. Pihak pemerintah setempat juga meminta agar pihak perusahaan segera melakukan ganti rugi kepada masyarakat.
"Tapi semua intruksi Pemkab Inhu tidak mereka gubris. Perusahaan itu memang bandel. Mentang-mentang punya kebun sawit luas di Riau ini, mereka mau berbuat sesuka hatinya merampas tanah rakyat," kata Yopi.
Terkait laporan di Polda Riau, Yopi menyebut, selaku warga taat hukum, akan memenuhi panggilan tim penyidikan bila diminta. "Saya tidak akan lari dari tanggung jawab. Saya siap kalau dimintai keterangan oleh pihak Polda Riau. Saya melakukan hal itu karena harga diri pemerintah diinjak-injak perusahan," kata Yopi.
"Saya bukan anti dengan investor, yang kita bela tentu yang benar. Kalau memang salah masyarakat, tidak mungkin saya bela," kata Yopi.
Sebelumnya, Yopi diadukan ke Polda Riau oleh karyawan perkebunan sawit PT Duta Palma. Tuduhannya adalah menampar dua karyawan perkebunan sawit, saat Yopi melakukan kunjungan kerja. Tindakan itu dilakukan Yopi karena perkebunan menghentikan upaya warga membuat batas lahan.
(cha/fay)










































