Eks Ketua BEM UI: Demo Mahasiswa Jangan Rugikan Rakyat

Eks Ketua BEM UI: Demo Mahasiswa Jangan Rugikan Rakyat

- detikNews
Kamis, 10 Nov 2011 12:08 WIB
Eks Ketua BEM UI: Demo Mahasiswa Jangan Rugikan Rakyat
Jakarta - Aksi mahasiswa yang memblokir jalan dan melempari tinja ke petugas dinilai tidak pantas dilakukan kalangan intelektual. Aksi mahasiswa seharusnya memberikan edukasi politik pada publik, bukan malah meresahkan masyarakat.

"Konten demonstrasi bukan sekadar turun ke jalan meneriakkan tuntutan. Demo itu ajang edukasi ke publik, sebisa mungkin dilakukan dengan elegan," ujar mantan Ketua BEM UI, Rico Marbun kepada detikcom, Kamis (10/11/2011).

Rico menjelaskan, aksi mahasiswa juga harus melihat eskalasi saat ini. Jika suasana adem ayem, tetapi mahasiswa menyikapinya dengan berlebihan, maka publik tidak akan simpati. Situasi ini berbeda dengan kondisi 1998, saat itu aksi-aksi mahasiswa keras, karena tujuannya jelas untuk menurunkan Soeharto. Mereka pun mendapat dukungan publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mahasiswa itu harus bersuara keras, tapi tidak harus melakukan tindakan yang keras dan merugikan publik. Ada batas-batasnya. Tidak hanya keras dan heroik. Ini harus diperbaiki, jangan merugikan rakyat," jelas Rico yang ikut berdemo menurunkan Soeharto ini.

Menurut Rico, mahasiswa seharusnya lebih banyak menekankan gerakan edukasi politik pada masyarakat. Harus dilihat mood publik saat ini, jangan sampai bertentangan dengan publik. Gerakan mahasiswa adalah gerakan kritis, cerdas dan elegan.

"Kalau ada puluhan ribu yang demo, mungkin jalan raya akan terganggu. Tapi kalau cuma 20 atau 30 orang, tidak perlulah sampai menutup jalan," kritik Rico.

Seperti diberitakan sebelumnya, kemarin sekitar 20 mahasiswa dari Universitas Mpu Tantular dan UKI saat berdemonstrasi di depan Kampus UKI, Jakarta Timur. Usai melakukan kericuhan, mahasiswa melempar beberapa bungkus plastik air seni dan tinja ke polisi.

Kejadian ini berlangsung saat mahasiswa Mpu Tantular dan UKI memasuki kampus UKI, di Cawang, Jakarta Timur, Rabu (9/11). Mahasiswa tiba-tiba saja melempar beberapa bungkus plastik air seni dan tinja ke polisi yang berada di luar kampus. Mahasiswa juga membakar ban dan memblokir jalan. Beberapa oknum mahasiswa juga memalak rokok sopir-sopir yang melintas.

(rdf/vit)


Berita Terkait