Yang paling terkini adalah masuknya Bos MNC Grup Hary Tanoesoedibjo ke Partai Nasdem. Ketua Umum Partai Nasdem bahkan kian yakin karena merasa akan didukung banyak media dari Media Grup dan MNC.
Partai Kebangkitan Bangsa yang kini menentang Parliamentary Threshold (PT) usulan pemerintah sebesar 4 persen pun merasa harus menghadapi masalah baru. PKB hanya bisa berharap agar media yang dimiliki Hary Tanoe tetap independen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PKB memang tak punya kedekatan dengan media, seperti Aburizal Bakrie dengan Viva Media-nya atau Hary Tanoe. Karena itu ia berharap media sebagai pilar demokrasi bekerja sesuai tugasnya.
"Media harus tetap menjadi alat pencerah dan pengawal demokrasi. Karena itu, kami berharap agar media tetep independen dan objektif meski pemilik media terlibat politik praktis," harapnya.
Tak hanya PKB, PPP pun berharap media tetap menjaga kode etik. Bagaimanapun publikasi media menjadi faktor kunci dalam perpolitikan nasional.
"Media kami yakini punya kode etik tersendiri didalam menyampaikan informasi. Masyarakat sudah semakin cerdas didalam membaca informasi dan memilih," tutur Wasekjen PPP, Arwani Thomafi.
Namun PPP masih berharap perbedaan segmentasi parpol dapat menghindari perang publikasi. Karena PPP memang partai menengah yang tidak punya media.
"Masing-masing partai punya segmentasi pemilih yang paten. PPP tidak risau, karena tidak banyak bersinggungan dengan keberadaan nasdem. Nasdem akan banyak bersinggungan dengan segmentasi Golkar," tuturnya.
(van/gun)











































