Teriakan Massa Pendukung Atut & Wahidin Buat Saksi Takut

Sidang Pemilukada Banten

Teriakan Massa Pendukung Atut & Wahidin Buat Saksi Takut

- detikNews
Kamis, 10 Nov 2011 11:25 WIB
 Teriakan Massa Pendukung Atut & Wahidin Buat Saksi Takut
Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang sengeketa Pemilukada Provinsi Banten. Sejak dibuka pukul 08.00 WIB, ratusan massa dari dua kubu yang berbeda telah berkumpul di kantor Mahkamah Kontitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2011).

Dua kubu itu berasal dari massa Ratu Atut dan massa Wahidin Halim. Sejak dibuka oleh Ketua Majelis Hakim Mahfud MD, kedua massa sibuk saling meneriaki di depan ruang sidang. Bahkan, tidak jarang, suara mereka terdengar sampai ke ruang sidang.

Ributnya teriakan massa kepada para saksi sidang, membuat saksi-saksi yang bersidang menjadi gentar. Bahkan pengacara salah satu tim pemohon pun ikut terkena sikutan keras dari salah seorang massa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Massa terlalu ramai dan saat masuk saya sempat disenggol keras Yang Mulia," ujar salah seorang pengacara pemohon, Ardi Balembau kepada Majelis Hakim MK.

Menurut Ardi, teriakan-teriakan dari salah satu pendukung juga membuat saksi-saksi yang akan dihadirkan menjadi terganggu dan agak takut.

Mendengar aduan tersebut, Mahfud meminta kepada pengacara agar dapat berkordinasi dengan Panitera dan pihak keamanan tentang masalah itu. "Ini membuat skasi terganggu," ujarnya.

"Kalau takut, kita tidak paksa orang untuk jadi berani. Silakan kordinasi dengan panitera dan pihak keamanan. Ini ada juga perang psikologis," terangnya.

Pengacara pemohon, menghadirkan 15 orang saksi dari berbagai wilayah di Provinsi Banten. Setiap saksi yang bersaksi memojokkan salah satu pasangan tertentu, maka akan langsung mendapat teriakan. "Huuuuuuuuuu" teriak massa.

Sidang sengketa Pemilukada ini ditunda hingga pukuk 14.00 WIB. "Kita tunda sampai pukul 14.00 siang nanti," kata Mahfud.


(fiq/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini