"Saya temukan dalam sidak di Maktab 26 Kloter 62 (Madiun) para jamaah mengeluhkan pelayanan haji tahun ini tidak baik. Sebagai contoh di Musdalifah tidak ada petugas dari Indonesia yang mengatur atau pun mengawasi jamaah yang datang dari Arafah. Ini memberi kesan penelantaran," kritik Marzuki dalam siaran pers kepada wartawan, Kamis (10/11/2011).
Masalah kebersihan pun menurutnya banyak dikeluhkan. Tidak ada petugas kebersihan, sampah makanan sampai dengan 2 hari sehingga menimbulkan bau yang sangat tidak sedak dan mengundang lalat pada siang hari dan nyamuk untuk datang ke tenda jamaah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di Maktab 27 Kloter 18 ujung pandang No.522, jamaah dari Maluku, dirinya mendapati standar katering jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya. Tidak ada makanan tambahan. Seperti beberapa tahun yang lalu ada mie instant yang tinggal diseduh dengan air dan langsung bisa dimakan.
Di Maktab 27 kloter 49 JKS, Kab Bogor, dalam sidaknya Marzuki mendapati tenda yang sangat berdebu. Sementara di Maktab 71 Surabaya, terjadi lebih dari 100 orang jamaah terkena diare.
"Diindikasikan akibat makanan dan minuman serta sampah yang betebaran karena tidak cepat dibersihkan oleh pihak maktab/muassasah. Hasil penelitian tim kesehatan, ternyata nasinya hangat, tapi bau dan berlendir, karena ternyata nasi lama dimasak lagi," tandasnya.
(van/anw)











































