Citra PKS Meningkat Jika Bersikap Netral Dalam Putaran Dua
Kamis, 15 Jul 2004 08:22 WIB
Jakarta - Pengamat politik dari LIPI Ikrar Nusa Bhakti berpendapat, sebaiknya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengambil sikap oposisi dan tidak mendukung salah satu calon dalam putaran kedua pilpres kali ini. Hal ini dinilai untuk menjaga konsistensi sikap partai berbasis kader tersebut."Kalau PKS memilih oposisi dan tidak mendukung salah satu pasangan maka simpati masyarakat bisa jadi akan makin bertambah pada pemilu 2009 mendatang," kata Ikrar dalam percakapan dengan detikcom, Kamis (15/7/2004) pagi.Ikrar mengungkapkan, ketua umum PKS Hidayat Nur Wahid sebelumnya pernah mengatakan PKS tidak akan mendukung pasangan yang terlibat dalam pemerintahan saat ini. "Pasangan yang kemungkinan lolos kali ini kan terlibat pada pemerintahan sekarang," tandasnya.Keuntungan yang diperoleh PKS, menurutnya, citra partai tersebut akan makin baik di hadapan masyarakat. "Partai akan memiliki kesan tersendiri karena PKS dianggap tidak tergiur pada kekuasaan. Dan itu sangat berharga untuk pemilu 2009 mendatang," ujarnya.Namun bila PKS memutuskan golput, Ikrar menilai, hal itu sama saja dengan melakukan bunuh diri politik. "Kalau partai golput artinya tidak mendukung proses demokratisasi. Itu sikap yang kerdil sekali karena hanya mendukung demokrasi kalau calon yang diajukan menang.""Dan patut diingat kalau partai sampai bersikap golput maka mereka tidak punya hak untuk mengkritik apapun hasil pemilu kali ini," tukas Ikrar.
(ton/)











































