Jafar Diusulkan Diganti, Pihak Nazar: Semua yang Disebut Harus Diproses

Jafar Diusulkan Diganti, Pihak Nazar: Semua yang Disebut Harus Diproses

- detikNews
Kamis, 10 Nov 2011 07:24 WIB
Jafar Diusulkan Diganti, Pihak Nazar: Semua yang Disebut Harus Diproses
Jakarta - Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah diusulkan untuk diganti salah satunya karena dia disebut M Nazaruddin turut menerima aliran uang kasus wisma atlet. Pihak Nazaruddin menyambut baik inisiatif dari Demokrat ini.

"Kalau Demokrat menempuh langkah itu, kami jelas melihatnya secara positif. Semua yang disebut pak Nazaruddin memang harus diproses," tutur kuasa hukum Nazaruddin Elsa Syarief kepada detikcom, Kamis (10/11/2011).

Elsa menilai selama ini kasus suap wisma atlet selalu ditimpakan kepada Nazaruddin, terutama dari sisi politik. Padahal menurutnya, banyak pihak yang juga turut andil bagian. Elsa sendiri membantah Nazaruddin menerima suap seperti yang disangkakan oleh KPK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama ini semuanya ditimpakan ke pak Nazaruddin. Padahal kan seharusnya tidak begitu," tutur Elsa.

Nazaruddin pernah menjelaskan mengenai pihak-pihak yang sebelumnya disebut berperan, seperti oknum dalam Banggar DPR. Nazaruddin mengungkapkan bahwa mantan rekan satu partai, Angelina Sondakh dengan anggota dewan dari Fraksi PDI-P, I Wayan Koster menerima uang Rp 9 miliar.

Setelah itu, keduanya menyerahkan Rp 8 miliar kepada pimpinan Banggar, Mirwan Amir. Dari Mirwan diserahkan ke Anas Urbaningrum dan ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah sebesar Rp 1 miliar.

Namun pihak-pihak yang disebut di atas, masing-masing telah membantah tudingan Nazaruddin. Angelina dan Wayan Koster telah diperiksa KPK sebagai saksi untuk Nazaruddin. Pihak-pihak yang disebutkan Nazaruddin itu sudah membantah seluruh keterangan mantan bendahara umum PD tersebut.

Terkait penyataan Nazaruddin itu, Ketua fraksi Demokrat Jafar Hafsah diusulkan akan diganti. Jafar akan digeser dari jabatan strategis di DPR itu. "Banyak masukan dari teman-teman di fraksi supaya dia dicopot sebagai ketua fraksi Demokrat," ujar sumber detikcom di kalangan Demokrat.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut, Jafar dinilai kurang bisa memimpin fraksi Demokrat di Senayan. Selain itu kasus yang membelit Nazaruddin, juga dikabarkan menyeret nama Jafar. "Ada kaitanya dengan kasus Nazarudin.

(fjp/feb)


Berita Terkait