"Kita mengutuklah. Mahasiswa itu terpelajar membangun peradaban bangsa ini. Seharusnya hal semacam itu dapat dicegah," tutur Musliar dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (10/10/2011).
Musliar juga mempertanyakan apa tujuan sejumlah mahasiswa tersebut melemparkan tinja kepada anggota kepolisian. Jika sampai ditemukan adanya unsur pidana, lanjutnya, Kemendiknas meminta kepada kepolisian untuk tak ragu menindak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 20 mahasiswa dari Universitas Mpu Tantular dan UKI saat berdemonstrasi di depan Kampus UKI, Jakarta Timur. Usai melakukan kericuhan, mahasiswa melempar beberapa bungkus plastik air seni dan tinja ke polisi.
Kejadian ini berlangsung saat mahasiswa Mpu Tantular dan UKI memasuki kampus UKI, di Cawang, Jakarta Timur, Rabu (9/11). Mahasiswa tiba-tiba saja melempar beberapa bungkus plastik air seni dan tinja ke polisi yang berada di luar kampus.
Untung saja polisi tidak terkena umpan yang dilemparkan mahasiswa. Namun tetap saja polisi mencium bau menyengat dari isi plastik tersebut.
Hingga pukul 16.50 WIB, kotoran di depan kampus UKI tersebut masih belum dibersihkan. Bau menyengat masih tercium oleh pengendara kendaraan yang lewat.
(fjp/feb)










































