"Mengapa polisi belum berani mengatakan siapa pelakunya. Padahal kan bisa diurut dari kesaksian yang ada. Atau jangan-jangan barang kali ada kekuatan yang membekingi si kelompok pelaku dan mempengaruhi kasus ini," tutur pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar kepada detikcom, Kamis (10/11/2011).
Meski menilai ada kejanggalan dalam penyidikan kepolisian pada kasus ini, Bambang tetap optimis polisi dapat mengungkap siapa pelaku yang sebenarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus ini memang tengah disorot karena sejumlah kejanggalan yang menyertainya. Awalnya, kasus ini seakan cukup mudah dipecahkan oleh polisi. Meski tempat kejadian perkara alias TKP sudah dibersihkan sebelum polisi datang, penyidik tetap bisa menemukan petunjuk.
Titik terang soal pembunuh Raafi pertama kali diberikan oleh Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Budi Irawan pada 6 November lalu. Budi mengatakan, si penusuk kira-kira berusia 22 tahun.
Selang dua hari kemudian, jejak si pelaku semakin terendus. Kapolres Jakarta Selatan Kombes Imam Sugianto menyebutkan, ada saksi yang merupakan teman korban, dan mengetahui kejadian tersebut.
Namun di saat yang bersamaan, Polda Metro Jaya mengatakan, kasus yang menewaskan pemuda 17 tahun itu masih gelap. "Sampai sekarang dari 24 orang diperiksa, ini belum bisa beri keterangan siapa pelakunya," kata Baharuddin Djafar.
Namun entah kenapa, seluruh pernyataan dan informasi yang diberikan oleh dua pejabat Polres Jakarta Selatan itu kembali mentah pada Rabu (9/11/2011). Entah alasan apa, Imam tiba-tiba membantah semua pernyataanya.
"Enggak, enggak, belum," kata Imam singkat saat ditanya soal saksi yang mengaku mengenali pelaku. Imam menyangkal pernah menyebutkan ada saksi yang mengaku mengenali si pelaku.
Imam juga mengatakan, sebelum penusukan terjadi, kelompok Raafi sempat bersitegang dengan kelompok si penusuk. Keributan sempat terjadi. "Ya ada keributan, cuma yang nusuk nggak kelihatan karena lampunya remang-remang," kata dia.
Namun keterangan berbeda diberikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar. Menurut Baharudin, tidak ada kejadian apa pun sebelum penusukan terjadi. Baharudin mengatakan, saat peristiwa terjadi kawan-kawan Raafi hanya melihat. Tiba-tiba Raafi terjatuh dan berlumuran darah.
(fjp/feb)










































