"Pengerjaannya, sudah dimulai dan ditempatkan di tanah bengkok Pemerintah Desa Sirahan. Direncanakan, selesai dalam waktu tiga bulan mendatang," kata Katam, Kepala Sekolah SDN Sirahan 1, Rabu (9/11/2011).
SD ini dipindah ke Dusun Purwosari, Desa Sirahan atau sekitar 500 meter dari tempat semula. Katam berharap pembangunan cepat selesai sehingga sekolah bisa segera digunakan untuk proses belajar. Saat banjir lahar dingin tahun lalu, seluruh bangunan sempat terendam material lahar dingin 1,5 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, sekolah terendam karena Kali Putih tidak mampu lagi menampung material Merapi yang terbawa banjir. Saat ini saja, guru dan orangtua murid selalu waspada saat hujan tiba. Beberapa kali siswa pulang lebih cepat karena takut banjir. Padahal, animo orangtua untuk anaknya bersekolah, cukup tinggi.
Pada tahun ajaran 2011/2012 ini, SDN Sirahan 1 mendapatkan 12 murid satu. Mereka adalah warga sejumlah dusun yang juga daerah rawan banjir lahar dingin Kali Putih, misalnya Dusun Candi, Glagah, Sirahan, Salakan, Purwosari, Ngemplak dan Jetis.
Saat ini total murid di SDN Sirahan 1 ada 63 siswa dari 76 siswa sebelumnya. Sebanyak 13 anak lainnya, pindah sekolah ke SDN Seloboro dan SDN Gulon, Kecamatan Salam serta beberapa SD di Kabupaten Sleman dan Klaten yang aman dari lahar dingin Merapi.
(fay/fay)











































