Saat terdesak, Melinda hanya berucap, "Maaf saya tidak ingat," kata Melinda saat bersaksi di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Rabu (9/10/2011).
Berikut sebagian kutipan antara hakim dan Melinda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada sebagian buat keluarga. Kedua saya ingin inisiatif sendiri, sebagai bankers untuk menjaga performance baik, debit kreditnya bagus," jawab Malinda.
"Apa untungnya? Terdakwa juga bekerja, punya kesibukan. Apa untungnya?" cecar hakim lagi.
"Kalau adik saya tidak ada motivasi apa-apa, dia baik. Saya tidak punya untung-rugi. Adik saya penurut, patuh. Tidak pernah bertanya-tanya," jelas Malinda.
"Salah satu berita transfer menyebutkan untuk menovasi tumah. Rumah siapa?" tanya hakim.
"Saya tidak ingat (Setelah terdiam sesaat -red)," jawab Malinda.
Sudarwin merasa tidak puas dengan jawab Malinda. Ia pun kembali mencecar Malinda dengan pertanyaan-pertanyaan.
"Renovasi rumah kok minta ditransfer kembali? Saat Anda menulis, apa motivasi saksi?" tanya hakim.
"Tidak ingat Pak," elaknya.
"Salah satu berita transfer untuk adik saksi, untuk melunasi ruko. Ruko siapa?" kata Sudarwin.
"Maaf saya tidak ingat (setelah terdiam sesaat -red)," jawab Malinda pelan.
(Ari/mok)










































