Polisi Tak Kompak Soal Kasus Raafi, Ada Apa?

Siswa SMA Pangudi Luhur Ditusuk

Polisi Tak Kompak Soal Kasus Raafi, Ada Apa?

- detikNews
Rabu, 09 Nov 2011 15:34 WIB
Jakarta - Ada yang berbeda dari kasus Raafi Aga Winasya Benjamin, siswa SMA Pangudi Luhur yang tewas ditusuk di Shy Rooftop, Kemang, Jakarta Selatan. Entah kenapa, polisi seperti tidak seiya-sekata soal kasus yang menghebohkan itu.

Awalnya, kasus ini seakan cukup mudah dipecahkan oleh polisi. Meski tempat kejadian perkara alias TKP sudah dibersihkan sebelum polisi datang, penyidik tetap bisa menemukan petunjuk.

Titik terang soal pembunuh Raafi pertama kali diberikan oleh Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Budi Irawan pada 6 November lalu. Budi mengatakan, si penusuk kira-kira berusia 22 tahun. "Usia pelaku 22 tahun," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selang dua hari kemudian, jejak si pelaku semakin terendus. Kapolres Jakarta Selatan Kombes Imam Sugianto menyebutkan, ada saksi yang merupakan teman korban, dan mengetahui kejadian tersebut.

"Ada saksi, teman korban yang mengetahui kejadian penusukan dan melihat pelaku penusukan. Sekarang masih didalami keterangan yang bersangkutan," ujar Kombes Imam Sugianto Selasa 8 November.

Namun di saat yang bersamaan, Polda Metro Jaya mengatakan, kasus yang menewaskan pemuda 17 tahun itu masih gelap. "Sampai sekarang dari 24 orang diperiksa, ini belum bisa beri keterangan siapa pelakunya," kata Baharuddin Djafar.

Namun entah kenapa, seluruh pernyataan dan informasi yang diberikan oleh dua pejabat Polres Jakarta Selatan itu kembali mentah pada Rabu (9/11/2011). Entah alasan apa, Imam tiba-tiba membantah semua pernyataanya.

"Enggak, enggak, belum," kata Imam singkat saat ditanya soal saksi yang mengaku mengenali pelaku. Imam menyangkal pernah menyebutkan ada saksi yang mengaku mengenali si pelaku.

Imam juga mengatakan, sebelum penusukan terjadi, kelompok Raafi sempat bersitegang dengan kelompok si penusuk. Keributan sempat terjadi. "Ya ada keributan, cuma yang nusuk nggak kelihatan karena lampunya remang-remang," kata dia.

Namun keterangan berbeda diberikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar. Menurut Baharudin, tidak ada kejadian apa pun sebelum penusukan terjadi.

Saat peristiwa terjadi kawan-kawan Raafi hanya melihat. Tiba-tiba Raafi terjatuh dan berlumuran darah. "Kondisi saat kejadian itu dalam keadaan gelap, tidak terjadi pertengkaran saat itu," katanya.

"Kawan-kawannya tidak tahu. Korban tiba-tiba jatuh. Dilihat ada darah meleleh ke karpet kemudian ke lantai," ujar Baharuddin.

Mengapa polisi terkesan tidak kompak dan berubah-ubah? Ada apa sebenarnya di balik penusukan siswa SMA yang masih sangat muda itu? Entahlah.


(ken/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads