Pemda DKI dan Polda Metro Kembali Bahas Pembatasan Kendaraan

Pemda DKI dan Polda Metro Kembali Bahas Pembatasan Kendaraan

- detikNews
Rabu, 09 Nov 2011 15:34 WIB
Jakarta - Pemda DKI bersama Polda Metro Jaya kembali membahas rencana pembatasan kendaraan bermotor untuk mengurai kemacetan di Jakarta. Para pemangku kebijakan masih menggodok konsep yang paling tepat dalam upaya pembatasan kendaraan ini.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Dwi Sigit Nugroho mengatakan, pembahasan tersebut dituangkan dalam rapat bersama di Ruang Cakra Ditlantas Polda Metro Jaya yang dihadiri Dinas Pehubungan DKI, Pelindo, Organda dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

"Tadi rapatnya untuk membahas pengurangan jumlah kendaraan dengan pembatasan kendaraan bermotor," kata Sigit saat dihubungi wartawan, Rabu (9/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kata Sigit, dalam rapat tersebut, para pemangku kepentingan belum mengutarakan usulan-usulan apa saja yang akan dilakukan dalam pembatasan kendaraan ini. Ia mengatakan, rencana ini masih dalam pembahasan tahap awal.

"Yang jelas kita fokuskan untuk membatasi jumlah kendaraan bermoto," kata dia.

Dalam rapat yang digelar sejak pukul 09.00-11.00 WIB itu, para stakeholder belum menentukan konsep apa yang akan digunakan untuk membatasi jumlah kendaraan tersebut.

"Mekanismenya seperti apa dan formatnya seperti apa belum kita bahas," ungkapnya.

Sigit melanjutkan, dalam rapat kali ini masing-masing stakeholder akan mengemukakan usulan-usulan apa yang pas bagi kondisi Jakarta. Usulan ini nantinya akan digodok dalam tahapan rapat selanjutnya.

"Secepatnya kita keluarkan usulan apa yang pas, nanti kita sampaikan ke media untuk disosialisasikan," kata dia.

Sementara saat ditanya pembatasan kendaraan dengan pembatasan produksi kendaraan, Sigit belum bisa memastikan. Pembatasan produksi kendaraan, kata dia, bisa berdampak sistemik terhadap perekonomian.

"Kalau pembatasan produksi kendaraan saya rasa nggak, karena produksi kendaraan kan tergantung dari permintaan pasar, kita nggak bisa batasi itu," tutupnya.



(mei/lrn)


Berita Terkait