Kali ini, Malinda kembali mengulang hal serupa dengan memperlambat nada suara dan membuat jeda untuk mengusap air mata dengan tisu. Adegan tersebut berulang hingga 5 kali dengan nada serupa.
"Adik saya itu seperti anak saya sendiri. Dia polos," kata Malinda kepada hakim Kusno saat bersaksi untuk adik iparnya, Ismail di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Rabu (9/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia adik saya, saya penuhi kebutuhannya sejak kecil. Sudah sangat dekat seperti anak saya sendiri. Kalau ada apa-apa, saya transfer," ujar Malinda.
Namun, adegan kontras terlihat saat Malinda menunggu sidang di ruang tunggu tahanan di pengadilan tersebut. Malinda bisa tertawa lepas dan sesekali berbincang-bincang dengan kerabat Malinda di tahanan termasuk dengan adik dan iparnya itu. Beberapa kali mantan karyawan Citibank ini membetulkan poni rambut yang menyembul dari jilbabnya.
"Saya sedih keluarga saya menjadi terlibat kasus ini," ucap Malinda dalam beberapa kesempatan.
(Ari/rdf)










































