Kapolres Jaksel: Ada Keributan, Penusuk Perut Raafi Tak Terlihat

Kapolres Jaksel: Ada Keributan, Penusuk Perut Raafi Tak Terlihat

- detikNews
Rabu, 09 Nov 2011 14:57 WIB
Jakarta - Polisi tidak kompak soal kronologi penusukan Raafi Aga Winasya Benjamin (17), siswa SMA Pangudi Luhur. Satu pejabat bilang tidak ada pertengkaran sebelum penusukan terjadi. Sementara pejabat polisi lainnya menyebutkan sebaliknya.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Imam Sugianto mengatakan, pertengkaran sebelum penusukan yang membuat Raafi tewas memang terjadi. "Ya ada keributan. Cuma yang nusuk nggak keliatan. Karena lampunya remang-remang," kata Imam di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (9/11/2011).

Keterangan ini tentu berbeda dengan apa yang sudah disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar. Sebelumnya, Baharudin menegaskan tidak adanya pertengkaran pada dini hari itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baharudin mengatakan, tiba-tiba saja, Raafi ditemukan jatuh dengan berlumuran darah. "Kondisi saat kejadian itu dalam keadaan gelap, tidak terjadi pertengkaran saat itu. Kawan-kawannya tidak tahu. Korban tiba-tiba jatuh. Dilihat ada darah meleleh ke karpet kemudian ke lantai," ujar Baharuddin.

Siswa kelas III SMA Pangudi Luhur ini tewas ditusuk pada Sabtu (5/11/2011) dini hari saat sedang menghadiri pesta ulang tahun di Shy Rooftop. Saat sedang joget, Raafi bersenggolan sehingga timbul keributan.

Raafi kemudian tersungkur bersimbah darah karena perut bagian kanannya ditusuk. Pelaku kabur diduga membawa senjata tajam yang digunakan menusuk Raafi.

(gus/ken)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini