"Sebenarnya kami tidak ada masalah, pertimbangannya dilihat dari segmentasi pemilih. Ada tiga, pemilih ideologis, mobilitatif, dan transaksional. Pemilih mobilitatif adalah yang mudah dimobilisasi, swing voter lah. Yang memang dengan mudah digerakan ke sana ke sini karena pengaruh media," tutur Sekjen PPP, M Romahurmuziy, kepada wartawan, Rabu (9/11/2011).
Namun bila ditinjau dari karakter dasar partai, Partai NasDem dinilai punya karakter partai nasionalis. Sementara PPP karakter partai religius. Jadi, segmen karakter partainya saja sudah berbeda. Tentu pasar pemilihnya juga beda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu kekuatan bos media dikombinasikan dengan karakter partai nasionalis dinilai akan menggerogoti pasar partai nasionalis. Tapi tidak partai religius seperti PPP.
"Saya kira kalau dari sisi pemilahan yang lebih terancam itu pertama Demokrat, kedua Golkar, dan ketiga Hanura,"tandasnya.
(van/her)










































