"Nggak ada. Ibu Sri Mulyani ke Indonesia kan bukan untuk urusan partai, tapi urusan Bank Dunia. Jadi kedatangan Ibu Sri Mulyani tidak untuk kita rayakan secara politis," ujar anggota Majelis Pertimbangan Partai SRI, Rocky Gerung, kepada detikcom, Selasa (8/11/2011).
Menurut Rocky, tidak etis kalau Sri Mulyani memiliki agenda lain di luar tugas yang diamanatkan oleh Bank Dunia. Sudah tentu Sri Mulyani dilarang memanfaatkan fasilitas yang diberikan Bank Dunia untuk kepentingan lain.
"Kan dia dilarang oleh aturan etis Bank Dunia untuk manfaatkan fasilitas yang ada. Kalau terjadi, sudah korupsi namanya," lanjut Rocky.
Antara Sri Mulyani dan Partai SRI pun, imbuhnya, sudah saling berkomitmen untuk menjunjung tinggi integritas masing-masing. Jangan sampai terjadi conflict of interest sehingga mengganggu prinsip integritas tersebut.
"Dari awal prinsip integritas dan mengindari conflict of interest itu tetap kita jaga," cetus Rocky.
Terhadap dukungan partai untuk Pilpres 2014, hingga kini Partai SRI belum mendapatkan jawaban resmi dari Sri Mulyani. Partai SRI masih bersabar sambil menunggu proses verifikasi partai. Karena prinsip integritas itu, Rocky yakin Sri Mulyani baru akan bicara setelah tak lagi menjadi pimpinan Bank Dunia.
"Saya kira Ibu Sri Mulyani tidak mungkin mengucapkan hal itu selama jadi direktur di Bank Dunia. Yang ada saat ini baru kesamaan pandangan dan prinsip integritas. Itu sejajar antara Sri Mulyani dan Partai SRI," tutup Rocky.
(irw/mpr)











































