Mina mulai ditinggalkan jamaah pada Selasa (8/11/2011) dinihari. Sebagian jamaah Indonesia meninggalkan pemondokan sembari berjalan kaki untuk lempar jumroh di jembatan jamarat. Mereka membawa tas tentengan.
Selasa semakin terang, jamaah yang meninggalkan Mina semakin banyak. Mereka diangkut bus yang diatur muassasah. Jamaah yang meninggalkan Mina hari ini mengambil nafar awal, hanya melempar jumroh pada 11 dan 12 Dzulhijjah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena jumlah jamaah yang massif meninggalkan Mina sebelum magrib, sebagai syarat nafar awal, jalanan Mina ke Masjidil Haram merayap nyaris tak gerak. Naik mobil dari kawasan Aziziyah Zunubiyah ke kantor misi haji Indonesia di Makkah, ditempuh dalam waktu 3,5 jam. Sedangkan bila jalan kaki lewat jalan tembus, hanya 30 menit saja.
Ari S, seorang jamaah dari kloter 25 JKS yang kebagian di maktab 28 di Mina, menceritakan, kloternya telah siap-siap kembali ke pemondokan di rumah 522 di Jarwal, Makkah, pada pukul 11.00 WAS. Namun, ternyata bus mereka belum datang. Kloter 52 SOC yang belum siap malah disuruh segera naik bus. Alhasil, kloter tersebut buru-buru.
Kemudian dicari solusi agar bus tak lama menunggu yaitu kloter 25 berangkat dulu karena telah siap. Saat kloter 25 JKS sudah di depan maktab untuk naik bus, kloter 52 SOC buru-buru datang. Mereka mencoba masuk ke bus, berebutan tempat duduk, hingga seorang ibu jatuh dan terinjak temannya.
Singkat cerita, kloter 25 baru bisa meninggalkan Mina pukul 14.30 WAS dan tiba di Jarwal pukul 18.00 WAS. "Jalanan banyak yang ditutup, jadi sopir putar-putar cari jalan alternatif. Macet banget," ceritanya. Di bus, banyak jamaah yang berdiri.
Jumlah bus dalam prosesi di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) memang lebih sedikit dibandingkan saat jamaah diangkut dari bandara Jeddah/Madinah,ke pemondokan. Satu kloter 450 orang, mendapat bus 9 unit hingga 10 unit. Tapi di proses Armina hanya disediakan separonya saja untuk mengurangi beban lalu lintas yang superpadat.
Tenda-tenda di perkampungan Indonesia di Mina malam ini sebagian telah kosong. Antrean toilet juga sepi, tak sepanjang hari-hari sebelumnya. Jamaah yang tersisa akan melempar jumroh pada Rabu 13 Dzulhijjah (nafar tsani). Jamaah selanjutnya melakukan rukun dan wajib haji lainnya seperti tawaf ifadhah dan sai bagi yang belum menunaikan, dan tawaf wada.
(nrl/irw)











































