Habibullah, seorang pedagang arang, mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 60 juta. Sebab selama event olahraga negara-negara Asia Tenggara itu digelar, bisnis arang batok kelapanya berhenti.
"Saya dilarang beraktivitas oleh pemerintah kelurahan selama SEA Games XXVI digelar. Saya boleh membakar arang pada malam hari. Tapi lantaran kendaraan berbahan bakar bensin dan solar dilarang masuk ke Jakabaring, saya pun tidak dapat menjual arang," kata Habibullah, yang ditemui detikcom di lokasi bisnis arangnya, di Palembang Selasa (8/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
rugi Rp 60 juta," jelasnya.
Pembakaran arang batok kelapa yang digelutinya selama enam tahun ini, memperkerjakan empat orang. "Mereka sudah berkeluarga. Kalau arang tidak dapat dijual, maka lima keluarga tidak dapat makan," ujarnya.
Dijelaskan Habibullah tidak ada kompensasi dari panitia pelaksana SEA Games XXVI soal imbauan agar mereka berhenti beraktifitas. Selain itu, dirinya dan sebagian besar warga di Jakabaring tidak dilibatkan sebagai panitia maupun pekerja selama penyelenggaraan SEA Games XXVI.
"Kami pun tidak dilibatkan dalam kegiatan SEA Games XXVI. Semua warga di Jakabaring, rasanya tidak ada yang dilibatkan. Kami hanya menonton bae. Saya hanya mengharapkan adanya kompensasi dari pemerintah. Kalau tidak untung, ya jangan rugilah dengan adanya SEA Games ini," harapnya.
(tw/fay)










































