SEA Games Digelar, Pedagang Arang Rugi Rp 60 Juta

SEA Games Digelar, Pedagang Arang Rugi Rp 60 Juta

- detikNews
Selasa, 08 Nov 2011 18:55 WIB
SEA Games Digelar, Pedagang Arang Rugi Rp 60 Juta
Palembang - Jangankan mendapatkan pemasukan, para pedagang arang justru merugi puluhan juta rupiah karena pelaksanaan SEA Games XXVI. Maklum saja, proses produksi arang menghasilkan asap yang dianggap bisa mengganggu acara SEA Games. Mereka diminta stop operasi.

Habibullah, seorang pedagang arang, mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 60 juta. Sebab selama event olahraga negara-negara Asia Tenggara itu digelar, bisnis arang batok kelapanya berhenti.

"Saya dilarang beraktivitas oleh pemerintah kelurahan selama SEA Games XXVI digelar. Saya boleh membakar arang pada malam hari. Tapi lantaran kendaraan berbahan bakar bensin dan solar dilarang masuk ke Jakabaring, saya pun tidak dapat menjual arang," kata Habibullah, yang ditemui detikcom di lokasi bisnis arangnya, di Palembang Selasa (8/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Habibullah, setiap hari dia mampu menjual 1,5 ton arang batok kelapa. Arang itu dijual kepada para pelanggannya seharga Rp5 juta. "Kalau 12 hari kami tidak dapat menjual arang, artinya kami
rugi Rp 60 juta," jelasnya.

Pembakaran arang batok kelapa yang digelutinya selama enam tahun ini, memperkerjakan empat orang. "Mereka sudah berkeluarga. Kalau arang tidak dapat dijual, maka lima keluarga tidak dapat makan," ujarnya.

Dijelaskan Habibullah tidak ada kompensasi dari panitia pelaksana SEA Games XXVI soal imbauan agar mereka berhenti beraktifitas. Selain itu, dirinya dan sebagian besar warga di Jakabaring tidak dilibatkan sebagai panitia maupun pekerja selama penyelenggaraan SEA Games XXVI.

"Kami pun tidak dilibatkan dalam kegiatan SEA Games XXVI. Semua warga di Jakabaring, rasanya tidak ada yang dilibatkan. Kami hanya menonton bae. Saya hanya mengharapkan adanya kompensasi dari pemerintah. Kalau tidak untung, ya jangan rugilah dengan adanya SEA Games ini," harapnya.

(tw/fay)


Berita Terkait