Hal itu diketahui dari survei yang digelar The Future Institute dan Media Survei Nasional (Median) yang digelar pada 25 Oktober hingga 4 November 2011.
"Mayoritas publik menginginkan jumlah pasangan yang bertarung dalam Pemilukada DKI Jakarta lebih dari dua pasangan gubernur dan wagub," kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, dalam rilisnya yang diterima detikcom, Selasa (8/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Data menunjukkan bahwa publik berharap agar pasangan yang bertarung pada Pemilukada DKI lebih dari dua pasang. Yakni 58,2% versus 26,1%," terang Rico.
Responden yang menginginkan kandidat lebih dari dua pasangan beralasan, dengan semakin banyak kandidat maka semakin banyak yang bisa dijadikan alternatif pilihan. 66,5 Persen responden beralasan demikian.
"Data menunjukkan sampai saat ini secara persentase ada 4 partai yang memiliki tingkat soliditas konstituen atas rekomendasi parpol yang relatif cukup baik, di atas 50 persen," sambung alumnus Universitas Indonesia ini.
Keempat parpol yang dimaksud adalah PAN (57,25 persen), PKS (57 persen), PPP (54 persen), dan Hanura (50 persen). "Untuk sementara, bila kandidat berhasil meraih dukungan dari 4 partai politik tersebut, maka minimal dukungan dari separuh konstituen partai politik tersebut dapat diamankan," sambung Rico.
Jajak pendapat dilakukan dengan mengambil sejumlah sampel. Yang menjadi sampel ialah mereka yang memiliki hak untuk memilih dalam pemilukada. Jumlah sampel 850 orang dan dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi Kotamadya di DKI Jakarta dan gender.
Penelitian ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error kurang lebih 3,5 persen. Jajak pendapat dilakukan dengan cara wawancara tatap muka. Quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada dan dipilih secara acak.
(vit/fay)











































