Saat ini konsentrasi jamaah sedang di dua tempat yang terpisah sekitar 7 km itu. Jembatan jamarat untuk melempar jumroh dan di Ka'bah untuk tawaf ifadhah. Untuk pertama kalinya, pada tahun ini haji disiarkan langsung lewat Youtube dengan bekerja sama dengan pemerintah Saudi. Video streaming itu bisa dilihat di youtube.com/hajjlive.
Channel itu dimulai dengan sejumlah klip pengalaman orang berhaji, termasuk dari Indonesia. Digambarkan bagaimana perjuangan mereka berhaji dari kampung terpencil, disambut bak tamu agung ketika pulang kampung. Sungguh mengharukan!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi syariah Saudi juga memposting video dan dokumen-dokumen untuk bimbingan haji di alamat http://www.youtube.com/user/movieshajj.
Teknologi tinggi juga digunakan Saudi untuk memantau dan mengontrol pergerakan kepadatan jamaah yang berjumlah jutaan orang. Kementerian urusan keagamaan Saudi juga mengirimkan 3,25 juta SMS tiap hari ke ponsel jamaah haji. Isinya adalah informasi tentang prosedur berhaji yang benar, dan imbauan agar menghindari hal berbahaya.
Jamaah haji Indonesia juga mendapat SMS serupa dalam bahasa Arab. Isinya antara lain imbauan tidak membawa uang/barang berharga saat menjalankan ritual.
AFP melaporkan, SMS itu dikelola oleh lebih 3.000 ulama, penerjemah dan administrator yang bertujuan untuk mengoreksi 'kesalahan' yang dilakukan sejumlah jamaah. Pada saat yang bersamaan, otoritas Saudi juga mengikuti dan mengelola pergerakan jamaah secara elektronis selama 5 hari ibadah haji.
Hingga kini tidak ada laporan kecelakaan serius seiring kerja petugas keamanan yang fokus pada pengendalian kepadatan. "Semuanya berjalan baik dan sesuai rencana," kata jubir Kemendagri Jenderal Mansur al-Turki pada AFP.
Secara resmi, Saudi melansir jumlah jamaah asing sekitar 1,8 juta jiwa. Sedangkan dalam negeri 800 ribuan. Tapi itu jumlah yang terdata alias legal. Sedangkan jamaah yang tidak memiliki 'izin haji' tampak melimpah.
Seorang WNI yang menetap di Saudi (mukimin) selama 8 tahun, kepada detikcom bahkan berani menyebut, mukimin yang naik haji tahun ini lebih banyak dibandingkan jamaah Indonesia yang mencapai 222 ribu. Maklum saja, jumlah WNI yang mengais nafkah di Saudi mencapai 1,3 juta.
Mereka naik haji tanpa perlu mengantongi surat izin apa pun., yang penting diizinkan majikan atau atasan. Selama prosesi haji, mereka tidur di sembarang tempat bersama jamaah dari bangsa lain. Bahkan ada yang membangun tenda-tenda sederhana di bukit-bukit, yang aman dari usiran polisi. Bila dikira-kira, bisa jadi 5 juta orang sedang berhaji, menunaikan kewajiban sekali seumur hidup bagi yang mampu tersebut.
(nrl/vit)











































