Dishut Riau Akui Ada Cafe di Hutan Lindung, Striptis Belum Pasti

Dishut Riau Akui Ada Cafe di Hutan Lindung, Striptis Belum Pasti

- detikNews
Selasa, 08 Nov 2011 15:55 WIB
Dishut Riau Akui Ada Cafe di Hutan Lindung, Striptis Belum Pasti
Pekanbaru - Dugaan adanya pertunjukan striptis di kawasan hutan lindung Bukit Suligi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau menjadi perhatian publik. Dinas Kehutanan Provinsi Riau mengakui adanya cafe di kawasan hutan tersebut, namun tidak mengetahui apakah ada pertunjukan striptis.

"Saya memang baru tahu masalah ini. Tapi setelah kita kontak tim Dishut di Kabupaten Rohul, mereka mengakui adanya warung remang-remang di kawasan hutan itu," kata Kepala Bidang Perlindungan Hutan dan Lahan, Dishut Riau, Said Nurjaya kepada wartawan, Selasa (8/11/2011) di Pekanbaru.

Namun soal dugaan cafe yang ada di lokasi itu juga menyajikan striptis, Dishut Riau mengaku belum dapat memastikannya. Sejauh ini laporan yang diterima Dishut Riau, hanya ada berdiri beberapa warung di kawasan hutan yang semestinya tidak dibenarkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang ada hanya cafe tempat hiburan malam saja. Kalau soal striptis kami belum dapat memastikannya," kata Said.

Namun demikian, Dishut Riau berjanji akan segera menerjunkan timnya ke lokasi tersebut. Karena sesuai dengan peraturan yang berlaku, kawasan hutan lindung dilarang untuk dijadikan pemukiman penduduk apa lagi dijadikan tempat hiburan.

"Kita akan segera terjun ke lokasi itu. Kita akan segera tertibkan semua pemukiman yang ada di sana. Karena apapun alasannya, kawasan hutan lindung bukan untuk pemukiman penduduk dan tidak boleh juga kawasan hutannya dirambah untuk dijadikan perkebunan," tegas Said.

Pihaknya juga tidak akan takut memberantas, bila keberadaan warung remang-remang itu dibeking oknum aparat. "Kalau memang warung remang-remang itu dibeking oknum aparat, kita akan hadapi. Kita juga dalam masalah ini akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna penertiban di kawasan hutan lindung itu," kata Said.

Sebelumnya, dugaan adanya warung remang-remang sekaligus adanya hiburan striptis ini disampaikan LSM Riau Madani. Aktivis lingkungan itu mendata ada belasan warung berdiri di dalam kawasan hutan lindung tersebut. Keberadaan warung tersebut dibekingi oknum aparat. Kawasan hutan yang kini sudah porak poranda itu dijadikan 'markas' tempat pesta narkoba.

(cha/fay)


Berita Terkait