"Semangat persatuan nasionalisme hari ini tidaklah sekuat pada masa yang lalu. Ini potret kehidupan kita," ujar Surya Paloh dalam pidato kebangsaannya.
Hal tersebut dikatakannya dalam Pembukaan Rapat Kordinasi Partai NasDem Wilayah DKI Jakarta di Hotel Mercure, Jakarta Utara, Selasa (8/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat itu kita diwakili oleh keturunan etnis Tionghoa melawan Malaysia dan semua orang mesjid, pengajian, gereja, mendoakan agar menang," terangnya.
Surya menyebut saat itu adalah saat penting dalam menggambarkan persatuan. "Itu artinya betapa hebatnya semangat persatuan kita yang walaupun etnis Tionghoa, tidak ada batasan siapa pun dia, tapi dia Indonesia," kata Surya.
Surya menyebutkan, pesan moral dalam kisahnya adalah Indonesia pernah mempunyai semangat persatuan yang besar. "Apakah Indonesia masih sekokoh dulu?" tanya Surya ke para peserta.
"Kita tidak memilki kebangsaan seperti ini yang dimiliki masa lalu. Ini adalah hal yang mendasar dalam arti kata, memahami dan menghayati keberadaan kita," tambahnya.
Mantan politikus Golkar ini menjelaskan, saat ini dibutuhkan keseimbangan antara hak dan kewajiban dari setiap warga negara.
"Ini tidak terjadi maka kehidupan berkehidupan tidak berjalan seusai harapan kita," ujarnya.
(fiq/lrn)










































